RONGGOHADI, LAMONGAN – Kabar gembira datang dari sawah-sawah Lamongan. Harga gabah kering panen (GKP) saat ini melesat tinggi di kisaran Rp7.600 – Rp7.800 per kilogram, jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kg. Kondisi ini membuat petani semakin optimistis menyambut musim panen raya Agustus 2025.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Bakrudin, menuturkan bahwa harga gabah di lapangan kini terpantau stabil tinggi. Meski begitu, panen belum merata di semua kecamatan.
“Ada yang padinya baru berumur 5–10 hari, sebagian sudah 70–80 hari dan siap panen. Bulan ini ada sekitar 19 kecamatan yang masuk masa panen, terutama di wilayah Kalitengah, Turi, Glagah, Sekaran hingga Bengawan Jero,” jelasnya, Senin (25/8).
Menurut data Dinas Pertanian, hingga akhir bulan ini diperkirakan luas panen mencapai 143.286 hektare. Petugas lapangan terus melakukan monitoring untuk memastikan produksi padi di Lamongan tetap tinggi dan hasilnya bisa dimaksimalkan.
Bakrudin juga mengingatkan petani agar menyusun pola tanam sesuai rekomendasi penyuluh pertanian. Tujuannya, masa tanam dan panen bisa lebih presisi mengikuti kondisi cuaca, sehingga risiko serangan hama dapat ditekan.
Selain mengoptimalkan pola tanam, petani juga dihimbau menggunakan cara alami dan aman dalam pengendalian hama. Salah satunya dengan menjaga populasi burung hantu (tyto alba) sebagai predator alami tikus sawah.
“Jangan gunakan jaringan listrik di area sawah karena berbahaya. Lebih baik manfaatkan burung hantu sebagai pengendali hama,” tegas Bakrudin.
Lamongan yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional juga dipastikan aman dari sisi ketersediaan air irigasi. Dinas Pertanian bersama petugas pengairan terus berkoordinasi agar distribusi air bisa merata, terutama di wilayah yang baru mulai masa tanam.
Dengan harga gabah yang tinggi, luas panen yang melimpah, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah, petani Lamongan kini optimistis bahwa panen tahun ini akan menjadi salah satu yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir.
“Semoga hasil panen melimpah. Bahkan ada petani yang biasanya hanya bisa dua kali tanam padi dalam setahun, tahun ini bisa lebih,” pungkasnya penuh harap. (rm)



