Thursday, June 11, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Drama Laut Jawa: Kapal dari Pulau Bawean Hilang Kontak 3 Hari, Ditemukan Selamat di Perairan Rembang

RONGGOHADI, LAMONGAN – Misteri hilangnya Kapal Layar Motor (KLM) Ayta CK2 akhirnya terjawab. Setelah tiga hari dinyatakan hilang kontak di Laut Jawa, kapal pengangkut kayu dan ikan segar dari Pulau Bawean, Gresik, tujuan Pelabuhan Rakyat Sedayulawas, Brondong, Lamongan, berhasil ditemukan dalam kondisi selamat pada Kamis pagi (28/8/2025).

Kabar ini langsung disambut lega keluarga awak kapal yang sempat diliputi cemas karena sejak Senin sore (25/8) kapal tak kunjung merapat sesuai jadwal.

Awal Kejadian: Hilang Usai Disalip Kapal Lain

Menurut Kasatpolairud Polres Gresik, Iptu Arifin, KLM Ayta CK2 yang dinakhodai Edi Siswanto bersama empat anak buah kapal (Supaji 65, Maki 61, Bakir 47, dan Hakim 48) berangkat dari Pelabuhan Bawean pada Senin pukul 16.00 WIB.

Di perjalanan, kapal ini sempat disalip KLM Rajawali sekitar 20 mil dari bibir pantai Bawean. Namun setelah itu, komunikasi terputus. KLM Rajawali yang lebih dulu tiba di Lamongan bahkan sempat menunggu, namun hingga Selasa (26/8) sore, kapal Ayta CK2 tak kunjung terlihat.

Ditemukan Nelayan di Perairan Rembang

Setelah tiga hari penuh tanda tanya, kabar baik datang dari KSOP Tanjung Pakis Brondong. Kapal Ayta CK2 ditemukan oleh nelayan dalam kondisi selamat, meski mengalami kerusakan mesin.

“Alhamdulillah seluruh awak kapal selamat. Saat ini kapal sedang dalam proses evakuasi oleh KSOP bersama Basarnas Bojonegoro,” jelas Iptu Arifin.

Evakuasi ke Lamongan

Basarnas Bojonegoro bersama KSOP Tanjung Pakis langsung bergerak cepat melakukan evakuasi. KLM Ayta CK2 dipastikan akan ditarik menuju Pelabuhan Rakyat Sedayulawas, Brondong, Lamongan, sesuai tujuan awal.

Meski kelelahan setelah terombang-ambing di laut, nakhoda dan para ABK dilaporkan dalam kondisi sehat.

Pelajaran Penting dari Laut Jawa

Kejadian ini menjadi pengingat betapa rawannya pelayaran tradisional di Laut Jawa, terutama bagi kapal pengangkut barang dan ikan yang masih mengandalkan mesin konvensional. Koordinasi cepat antara nelayan, KSOP, Basarnas, dan Polres Gresik terbukti krusial dalam menyelamatkan nyawa lima orang di atas kapal tersebut. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles