RONGGOHADI, LAMONGAN—Infrastruktur vital di pinggiran Lamongan kini menghadapi darurat serius! Jembatan Godog yang terletak di Dusun Godog, Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk, Lamongan, tiba-tiba ambles pada Rabu siang (19/11/2025) sekitar pukul 11.45 WIB. Kejadian ini langsung memutus akses utama yang menghubungkan dua kabupaten dan mengganggu mobilitas ratusan warga.
Kepala Desa Talunrejo, Sutikno, mengonfirmasi bahwa penyebab amblesnya jembatan adalah gerusan kuat aliran sungai setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras tanpa henti dari siang hingga sore hari. Fondasi penopang jembatan tidak mampu menahan debit air yang ekstrem.
“Derasnya curah hujan saat itu, akhirnya Jembatan Godog yang berada di desa Talunrejo itu roboh,” kata Sutikno.
Akses Pendidikan dan Ekonomi Terancam
Jembatan sepanjang 30 meter ini bukan jembatan biasa. Ia merupakan bagian dari jalan kabupaten ruas Bluluk-Talunrejo dan berfungsi sebagai urat nadi utama bagi masyarakat:
- Akses Utama Pendidikan: Dilewati pelajar yang pergi dan pulang sekolah setiap hari.
- Akses Ekonomi: Digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan pertanian dan perdagangan.
- Jalur Penghubung Antar-Kabupaten: Menghubungkan Desa Talunrejo (Lamongan) dengan Desa Kedung, Kecamatan Kedungadem (Kabupaten Bojonegoro).
Warga Tuntut Penanganan Cepat, Harus Memutar 5 KM!
Kondisi jembatan Godog saat ini tidak bisa dilalui segala jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Akibatnya, masyarakat setempat terpaksa mencari jalan alternatif lain, dengan konsekuensi membuang waktu dan biaya karena harus menempuh jarak tambahan sejauh kurang lebih 5 kilometer.
Warga Lamongan, khususnya di Kecamatan Bluluk, kini sangat berharap agar pihak berwenang di tingkat kabupaten segera mengambil tindakan penanganan darurat. Respons cepat sangat dibutuhkan untuk mengembalikan normalitas aktivitas masyarakat yang kini terhambat. (rm)



