Thursday, June 11, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Festival Difabel Lamongan 2025: Bukti Nyata Kreativitas Tak Terbelenggu Keterbatasan Fisik!

RONGGOHADI, LAMONGAN—Di tengah keterbatasan fisik, muncul semangat tak terbatas dari para difabel di Kabupaten Lamongan! Ratusan penyandang disabilitas membuktikan bahwa kekurangan fisik bukanlah tembok penghalang, melainkan pemicu kreativitas dan tekad merajut mimpi masa depan.

Panggung utama kreasi ini adalah Festival Difabel 2025 yang digelar di Pendopo Lokatantra Lamongan, dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional. Ajang ini menjadi etalase bakat luar biasa:

  • Fashion Show
  • Karaoke
  • Melukis
  • Ketangkasan Balap Sepeda

Anis Kartika Yuhronur Efendi, Ketua TP PKK Lamongan, menegaskan bahwa perhelatan ini adalah wujud komitmen nyata Pemkab Lamongan dalam pemberdayaan difabel yang telah dilaksanakan secara tiga tahun berturut-turut.

 FP2HD: Wadah Sinergi Lintas Sektor untuk Masa Depan Difabel

Komitmen Pemkab Lamongan diperkuat dengan pengukuhan Forum Perlindungan dan Pemenuhan Hak Difabel (FP2HD) Lamongan. Forum ini didirikan sebagai wadah sinergi yang akan melibatkan tidak hanya Dinas Sosial, tetapi juga lintas sektor seperti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk pengembangan bakat olahraga.

 Anis Kartika Yuhronur Efendi: “Kami juga berupaya memberi tempat untuk produk UMKM hasil karya maupun olahan kaum difabel,” ujarnya, menjanjikan akses ekonomi yang lebih luas.

Try Febri Khoirunidhom, Ketua FP2HD Lamongan, memastikan forum ini akan mewadahi kebutuhan difabel dari berbagai sektor dan usia.

 Try Febri Khoirunidhom: “Kita data semua. Semisal usianya, atau yang ingin menempuh perguruan tinggi, kita berikan pendampingan, juga nanti bakat dan potensi lainya. Termasuk akses layanan kesehatan,” ucapnya, menjanjikan pendampingan hingga jenjang pendidikan tinggi.

 Inovasi Layanan Kesehatan: Tas Mantri Tetap Beraksi!

Dukungan Lamongan semakin lengkap dengan inovasi di sektor kesehatan, yaitu program Disabilitas Mandiri Terlindungi (Tas Mantri) yang diinisiasi oleh Puskesmas Turi. Program ini memberikan layanan Home Care Service (HCS) dua kali seminggu, pelatihan caregiver dua kali setahun, serta bantuan alat penunjang kesehatan (tensi meter, alat bantu mobilisasi, dll.), memastikan difabel mendapatkan perlindungan kesehatan secara optimal dan terjangkau. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles