RONGGOHADI, LAMONGAN—Lamongan kini berstatus siaga bencana! Curah hujan tinggi yang mengguyur Lamongan selama tiga hari terakhir menyebabkan dua waduk utama di wilayah tersebut meluap, merendam ratusan hektar sawah, dan mengancam panen padi muda.
Tragedi air meluap terjadi di dua titik utama:
- Waduk Prijetan (Kecamatan Kedungpring dan Modo): Meluap sejak Senin (8/12/2025).
- Waduk Rancang (Desa Rancangkencono, Kec./Kab. Lamongan): Meluap pada Rabu (10/12/2025).
Naim, Kepala BPBD Lamongan, mengonfirmasi dampak serius di sektor pertanian.
“Dari dua titik lokasi banjir, area Waduk Prijetan dan Waduk Rancang merendam persawahan dan sebagian akses jalan. Rumah dan pemukiman masih relatif aman,” ujar Naim, Jumat (12/12/2025).
Kerugian di Sektor Pertanian: Ratusan Hektar Tergenang
Data terakhir menunjukkan kerugian di sektor pertanian cukup masif:
- Kedungpring dan Modo: 275 hektar lahan pertanian terdampak, dengan tanaman padi berusia 2–3 minggu terendam air.
- Rancangkencono: Banjir merendam kurang lebih 70 hektar sawah yang baru berusia 10 hari setelah tanam (HST).
Total lahan pertanian yang terdampak mencapai 345 hektar. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar akan potensi gagal panen, mengingat tanaman padi masih sangat muda dan rentan.
Respons Cepat Pemkab: Logistik dan Inovasi Penanganan Air
Pemkab Lamongan melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lamongan segera bergerak cepat melakukan kajian dan mengirimkan bantuan logistik darurat ke titik-titik terdampak, termasuk:
- Terpal
- Makanan siap saji dan makanan tambahan gizi
- Glangsing (karung goni)
Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Lamongan turut menyediakan material khusus seperti bongkotan dan gedek guling untuk membantu upaya penanganan dan rekayasa aliran banjir.
Anang Budi Santoso, Camat Modo, berharap air dapat segera surut dan mendorong warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan yang mungkin terjadi mengingat curah hujan yang masih tinggi. (rm)



