Saturday, October 17, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

DKPP Lamongan Lindungi Petani Terdampak Banjir dengan Skema AUTP

RONGGOHADI, LAMONGAN—Setelah ratusan hektar sawah di Lamongan terendam banjir akibat meluapnya waduk dan sungai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bergerak cepat. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kini menyiapkan skema Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai jaring pengaman bagi petani di Kecamatan Kedungpring dan Modo yang mengalami kerusakan tanaman padi.

Mugito, Kepala DKPP Kabupaten Lamongan, menegaskan komitmennya untuk memastikan petani tidak menanggung kerugian sendirian.

 “Kami sudah menerima laporan dan sedang mengidentifikasi. Setelah itu, nantinya akan memberikan jaminan asuransi berupa AUTP kepada para petani yang terdampak,” kata Mugito, Sabtu (13/12/2025).

 Identifikasi Cepat Demi Klaim Asuransi

AUTP adalah bentuk perlindungan krusial yang memungkinkan petani memperoleh penggantian biaya produksi untuk kembali memulai proses tanam jika mengalami gagal panen akibat bencana alam, termasuk banjir. Klaim AUTP biasanya memberikan ganti rugi sekitar Rp 6 juta per hektare, namun DKPP fokus pada biaya produksi awal yang diperlukan.

DKPP saat ini sedang melakukan identifikasi mendetail, meliputi:

  • Usia tanaman padi (yang dilaporkan BPBD berusia 5–10 hari).
  • Tingkat kerusakan yang dialami.
  • Luas lahan yang tergenang.

Data ini akan menjadi dasar utama pengajuan klaim asuransi.

 Alokasi Lahan dan Langkah Pemulihan Super Cepat

Data DKPP menunjukkan alokasi lahan yang siap diklaim:

  • Kedungpring: 92,25 hektare
  • Modo: 45 hektare

Total keseluruhan area persawahan yang terdampak di Kedungpring dan Modo mencapai 328 hektare (menurut BPBD), namun DKPP akan fokus pada lahan yang sudah terdaftar dalam skema AUTP untuk proses klaim tercepat.

Langkah-langkah penanganan pascabanjir yang disiapkan DKPP sangat komprehensif:

  1. Klaim AUTP: Pemberian ganti rugi bagi petani terdaftar.
  2. Bantuan Alat: Pemanfaatan percepatan penggunaan pompa air bantuan dari Kementerian Pertanian untuk mengeringkan sawah.
  3. Bantuan Benih: Pengusulan bantuan benih padi untuk memfasilitasi penanaman kembali.

Selain itu, penyuluh pertanian di lapangan ditugaskan untuk memberikan pendampingan teknis dan rekomendasi langkah cepat agar petani dapat kembali menanam secara aman. Ini adalah janji Lamongan: pemulihan pertanian harus segera dimulai. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles