RONGGOHADI, LAMONGAN — Kalau selama ini kita cuma kenal Lamongan lewat kelezatan Wingko atau kegigihan Persela, siap-siap terpukau dengan gebrakan terbarunya di dunia si kulit bundar. PSSI Kabupaten Lamongan baru saja menekan tombol “Turbo” untuk urusan pembinaan usia dini.
Gak main-main, mereka tidak hanya menyiapkan jadwal tanding yang padat, tapi juga memboyong teknologi digital ke lapangan hijau. Visi besarnya? Menciptakan ekosistem sepak bola yang sistematis, transparan, dan pastinya—berkelas nasional!
Trifecta Kompetisi: Dari Bocil Hingga Calon Bintang Elit
Tahun 2026 ini, PSSI Lamongan resmi mengusung tiga kompetisi utama yang dirancang untuk menjaring bakat dari gang-gang desa hingga sekolah-sekolah formal. Penambahan kategori U-14 menjadi sinyal kuat bahwa Lamongan serius mengawal transisi pemain dari usia anak-anak menuju pra-remaja.
Daftar “Menu” Kompetisi PSSI Lamongan 2026:
| Nama Kompetisi | Kategori Usia | Peserta Utama | Status |
| Youth Elite Soccer League | U-14 | Klub & SSB se-Lamongan | Baru (Season 1) |
| Liga Anak Megilan | U-10 & U-12 | Klub & SSB se-Lamongan | Season 2 |
| Turnamen Pelajar | Berjenjang | Lembaga Pendidikan/Sekolah | Season 2 |
“Tahun ini kami punya tiga panggung. Youth Elite Soccer League U-14 adalah kategori baru untuk melengkapi Liga Anak Megilan dan Turnamen Pelajar yang sudah berjalan. Drawing sudah tuntas, jadwal segera rilis!” ujar Ketua PSSI Lamongan, Edy Yunan Achmadi, Jumat (3/4/2026).
SIP LA: Senjata Rahasia “Anti-Data Palsu” Pertama di Jawa Timur
Nah, ini yang bikin Lamongan beda dari kabupaten lain. PSSI Lamongan resmi meluncurkan SIP LA (Sistem Informasi PSSI Lamongan). Ini adalah platform digital canggih yang bakal jadi “database raksasa” bagi seluruh pemain muda di Bumi Wali.
- Pendaftaran Online: Gak ada lagi berkas tumpuk-tumpuk yang rawan hilang.
- Integrasi Data: Mirip sistem SIAP milik PSSI Pusat, meminimalisir pencurian umur atau data ganda.
- Pionir di Jatim: Lamongan resmi jadi daerah pertama di Jawa Timur yang punya sistem manajemen pemain sedigital ini.
Apa yang dilakukan PSSI Lamongan adalah sebuah masterclass dalam tata kelola olahraga daerah. Dengan adanya SIP LA, pencari bakat (scout) nantinya bisa melihat rekam jejak pemain dengan lebih valid.
Ditambah lagi dengan pembagian kategori antara SSB (Klub) dan sekolah, PSSI memastikan tidak ada talenta yang “terselip”. Anak yang jago bola tapi nggak ikut klub tetap bisa terpantau lewat Turnamen Pelajar. Ini adalah cara paling adil dan efektif untuk mencari bibit unggul yang suatu saat nanti bisa mengisi posisi di Timnas Indonesia. (rm)



