RONGGOHADI, LAMONGAN – Di tengah derasnya tantangan era digital, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengingatkan bahwa benteng pertama dalam membentuk generasi unggul tetap berada di dalam rumah. Bukan hanya ibu, peran ayah kini didorong menjadi lebih aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak, baik secara emosional maupun mental.
Pesan tersebut disampaikan langsung Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menghadiri puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Pendopo Lokatantra, Kamis (6/8/2026).
Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, Pemkab Lamongan menegaskan bahwa kehadiran seorang ayah bukan sekadar memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membangun karakter anak sejak usia dini.
Ayah Bukan Hanya Pencari Nafkah
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa kasih sayang, perhatian, dan keterlibatan ayah dalam kehidupan sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan psikologis maupun karakter anak.
Menurutnya, anak membutuhkan figur ayah yang hadir, mendengar, melindungi, dan menjadi teladan dalam kehidupan keluarga.
“Anak-anak harus merasa nyaman, merasa terlindungi, dan merasa suaranya didengar. Kehadiran ayah yang aktif di tengah keluarga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan keluarga dan membentuk karakter generasi masa depan Lamongan,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, keluarga merupakan sekolah pertama bagi setiap anak. Karena itu, keseimbangan peran antara ayah dan ibu menjadi kunci utama dalam mencetak generasi yang tangguh menghadapi tantangan masa depan.
“Kita siapkan keluarga ini demi masa depan anak-anak, masa depan bangsa, masa depan Lamongan, dan masa depan semuanya,” tambahnya.
Ketahanan Keluarga Jadi Pondasi SDM Berkualitas
Bagi Pemkab Lamongan, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui pendidikan formal. Ketahanan keluarga menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Komitmen tersebut dibuktikan melalui berbagai program yang terus dikembangkan, mulai dari perlindungan anak, pencegahan perkawinan usia dini, hingga percepatan penanganan stunting.
Upaya tersebut bahkan mengantarkan Kabupaten Lamongan meraih berbagai penghargaan bergengsi.
Di tingkat nasional, Pemkab Lamongan menerima apresiasi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN atas komitmennya dalam pembangunan keluarga.
Sementara di tingkat provinsi, Lamongan berhasil meraih penghargaan TPA Awards Jawa Timur 2026 sebagai daerah dengan komitmen terbaik dalam pencegahan perkawinan anak.
Menurut Bupati, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
“Ini semua adalah komitmen kita bersama dalam membangun kekuatan dan ketahanan keluarga di Kabupaten Lamongan untuk masa depan anak-anak kita semua,” tegasnya.
Salam-Q Genting, Inovasi Digital untuk Cegah Stunting
Dalam momentum yang sama, Pemkab Lamongan juga meluncurkan Program Salam-Q Genting (Sedekah Amal QRIS Lamongan untuk Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
Program ini menjadi inovasi baru dalam mendukung percepatan penanganan stunting melalui sistem donasi digital berbasis QRIS, sehingga masyarakat dapat memberikan bantuan kepada keluarga berisiko stunting dengan lebih mudah, cepat, dan transparan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kabupaten Lamongan, dr. Aini Mas’idha, menjelaskan bahwa sebelumnya bantuan dalam Program Genting masih menggunakan mekanisme transfer rekening.
Kini, melalui QRIS, partisipasi masyarakat diharapkan semakin luas.
“QRIS nanti akan kami sebarluaskan. Ini bentuk keberlanjutan dan inovasi kami guna tetap menyukseskan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang kami sesuaikan dengan kebutuhan percepatan dan digitalisasi penyaluran bantuan,” jelasnya.
Membangun Generasi Emas Dimulai dari Rumah
Peringatan Harganas dan Hari Anak Nasional tahun ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas keluarga yang menjadi fondasi masyarakat.
Melalui ajakan agar ayah lebih hadir dalam kehidupan anak serta inovasi digital seperti Salam-Q Genting, Pemkab Lamongan menunjukkan bahwa investasi terbesar untuk masa depan bukan hanya infrastruktur, melainkan keluarga yang harmonis, anak-anak yang sehat, dan generasi yang tumbuh dengan kasih sayang.(rm)



