Monday, September 21, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Bukan Cuma Bazar, PESONA 2026 Jadi Jalan UMKM Lamongan Berburu Pasar Baru

LAMONGAN, RONGGOHADI – Produk UMKM mungkin dibuat dari dapur rumahan, bengkel kecil, garasi, atau etalase sederhana. Namun di balik kemasan yang terlihat biasa itu, ada mimpi besar untuk menemukan pelanggan baru dan membawa usaha naik kelas.

Peluang itulah yang coba dibuka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui Pesta Hari UMKM Lamongan (PESONA) 2026.

Digelar di Kawasan Gajah Mada Lamongan pada Sabtu (15/8/2026), kegiatan dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional 2026 tersebut mempertemukan pelaku UMKM dari 27 kecamatan dengan masyarakat secara langsung.

Bagi Pemkab Lamongan, PESONA bukan sekadar tempat berjualan. Event ini dirancang menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, membangun interaksi dengan konsumen, sekaligus membuka pintu menuju pasar yang lebih luas.

Produk Enak Saja Tak Cukup

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menilai kualitas produk dan pemasaran harus berjalan beriringan jika UMKM ingin benar-benar naik kelas.

Sebab, produk yang bagus tidak akan banyak berarti jika tidak dikenal. Begitu pula produk yang sudah dikenal harus mampu membuat konsumen tertarik membeli dan, yang paling penting, datang kembali.

“Kunci sukses pemasaran UMKM agar naik kelas adalah bagaimana produknya dikenal, disukai, dibeli, dan pelanggan kembali membeli,” kata Yuhronur.

Pernyataan tersebut menggambarkan tantangan UMKM hari ini. Persaingan bukan lagi hanya dengan produk dari tetangga desa atau kecamatan sebelah, tetapi juga dengan jutaan produk yang bertebaran di marketplace dan media sosial.

Karena itu, ruang pertemuan langsung antara produsen dan konsumen seperti PESONA menjadi penting.

UMKM dari 27 Kecamatan Dibawa ke Satu Panggung

PESONA 2026 menghadirkan pelaku UMKM dari seluruh wilayah Lamongan.

Produk-produk lokal mendapat kesempatan untuk tampil di hadapan masyarakat yang datang ke kawasan Gajah Mada. Konsumen pun tidak hanya menjadi pembeli, tetapi bisa langsung mengenal siapa pembuat produk, bagaimana produknya dibuat, hingga cerita di balik usaha tersebut.

Pemkab Lamongan berharap masyarakat tidak berhenti pada aktivitas melihat-lihat.

Bupati Yuhronur bahkan mengajak masyarakat ikut membeli sekaligus mempromosikan produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan usaha masyarakat.

“Event ini diperuntukkan bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Mari dibeli dan diramaikan, ikut membantu mempromosikan UMKM di Kabupaten Lamongan,” ujarnya.

Ada Barista, Fun Run hingga Pasar Murah

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Lamongan Anang Taufik mengatakan PESONA dikemas sebagai ruang promosi yang mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat.

Agar tidak terasa seperti pameran yang monoton, sejumlah kegiatan turut digelar. Mulai dari kompetisi barista, fun run, jalan sehat, gowes, hingga pasar murah.

Konsep tersebut membuat aktivitas promosi UMKM bercampur dengan kegiatan hiburan dan olahraga. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang datang, semakin besar pula peluang produk UMKM dikenal.

111 Ribu UMKM Jadi Kekuatan Ekonomi Lamongan

Besarnya perhatian terhadap UMKM bukan tanpa alasan.

Pemkab Lamongan mencatat terdapat sekitar 111.310 unit UMKM yang bergerak di berbagai sektor. Jumlah tersebut menunjukkan betapa besar ekosistem usaha kecil yang menjadi bagian dari denyut perekonomian daerah.

Pemerintah daerah juga terus mendorong pelaku UMKM memperkuat fondasi usaha melalui legalitas, termasuk fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.

Langkah tersebut penting karena UMKM yang ingin berkembang tidak cukup hanya memiliki produk yang laris. Legalitas, kualitas, branding, hingga kemampuan menjangkau pasar menjadi bagian dari perjalanan untuk naik kelas.

UMKM Ikut Menopang Ekonomi Lamongan

Kontribusi UMKM terhadap ekonomi Lamongan juga tidak bisa dipandang sebelah mata.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Lamongan tumbuh 5,40 persen pada 2025, meningkat dibandingkan pertumbuhan 4,81 persen pada 2024.

Dalam struktur perekonomian daerah, UMKM berkontribusi melalui sektor-sektor usaha yang secara keseluruhan tercatat menyumbang sekitar 19,71 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lamongan.

Porsi tersebut berada di bawah sektor pertanian yang masih menjadi penopang terbesar perekonomian Lamongan dengan kontribusi sekitar 30 hingga 31 persen.

Angka-angka itu menunjukkan satu hal: ketika UMKM tumbuh, yang bergerak bukan hanya sebuah toko atau usaha rumahan. Ada tenaga kerja yang ikut terserap, ada bahan baku lokal yang terserap, dan ada perputaran uang yang tetap tinggal di daerah.

PESONA dan Mimpi UMKM Lamongan Naik Kelas

Pada akhirnya, PESONA 2026 bukan hanya tentang siapa yang paling ramai dagangannya atau siapa yang paling banyak membawa pulang omzet.

Lebih dari itu, event tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM Lamongan untuk berkenalan dengan konsumen baru, menguji produknya, mendapatkan masukan, dan menemukan pasar yang mungkin sebelumnya belum pernah mereka bayangkan.

Sebab bagi pelaku usaha kecil, satu pembeli hari ini bisa saja menjadi pelanggan tetap besok.

Dan dari satu pelanggan, bisa lahir cerita bahwa sebuah produk sederhana dari Lamongan ternyata mampu berjalan jauh melampaui batas daerahnya. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles