LAMONGAN, RONGGOHADI – Musim kemarau yang relatif stabil membawa berkah bagi petani tembakau di Kabupaten Lamongan. Cuaca yang mendukung proses pengeringan membuat kualitas tembakau meningkat dan harga jualnya ikut terdongkrak hingga mencapai Rp50 ribu per kilogram.
Harga tersebut berlaku untuk tembakau kering jenis Jawa dengan kualitas tertentu. Sementara itu, tembakau dengan kualitas berbeda dijual di kisaran Rp30 ribu per kilogram.
Ahmad, petani tembakau asal Kecamatan Kedungpring, mengatakan kualitas menjadi faktor utama yang menentukan harga jual. Warna dan aroma tembakau setelah proses pengeringan menjadi pertimbangan penting bagi pembeli maupun perusahaan.
“Warna dan aroma tembakau akan menjadi pertimbangan pembeli,” kata Ahmad, Rabu (14/10/2026).
Ia berharap pemerintah turut membantu petani dengan memperkuat koordinasi bersama pembeli maupun perusahaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian pemasaran hasil panen tembakau.
“Agar pemasaran tembakau lebih terjamin,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lamongan, Mugito, mengatakan kualitas rajangan dan hasil produksi menjadi faktor penting dalam menentukan nilai jual tembakau.
Menurutnya, kondisi musim kemarau yang relatif stabil tahun ini cukup mendukung budidaya tembakau. Pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas melalui pelatihan, mulai dari pemilihan benih, persemaian, hingga proses pengolahan dan pengeringan.
Dengan peningkatan kualitas tersebut, tembakau Lamongan diharapkan mampu memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Selain itu, dukungan pemasaran yang lebih terjamin diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan petani.(rm)



