RONGGOHADI, LAMONGAN — Kabar duka sekaligus misterius menyelimuti warga Dusun Gajah, Desa Rejosari, Kecamatan Deket, Rabu (4/3/2026). Sebuah keheningan di perbatasan petak jalan Stasiun Lamongan–Stasiun Duduk mendadak pecah oleh sirine polisi dan kerumunan warga.
Seorang pria yang hingga kini identitasnya masih menjadi teka-teki (Mr. X), ditemukan tewas mengenaskan setelah tak kuasa menghindar dari terjangan “Si Ular Besi” KA Anjasmoro. Kereta api yang melaju kencang dari arah barat (Jakarta/Semarang) menuju pemberhentian akhir Surabaya itu menghantam korban yang saat itu dilaporkan berada tepat di tengah jalur perlintasan.
Snapshot Kejadian: Tragedi di Rejosari Deket
Berikut adalah poin-poin penting dari olah TKP yang berhasil dihimpun tim di lapangan:
| Detail Informasi | Catatan Fakta |
| Waktu Kejadian | Rabu, 4 Maret 2026 |
| Lokasi Spesifik | KM 191+0, Dusun Gajah, Desa Rejosari, Deket |
| Penyebab | Tertabrak KA Anjasmoro (Barat ke Timur) |
| Status Korban | Mr. X (Tanpa Identitas/Dompet/KTP) |
| Posisi Terakhir | RS Muhammadiyah Lamongan (Proses Identifikasi) |
Pencarian Identitas: Adakah Keluarga yang Kehilangan?
Petugas dari Polsek Deket dan Unit Gakkum Sat Lantas Polres Lamongan yang tiba di lokasi langsung melakukan prosedur evakuasi. Namun, petugas menemui jalan buntu saat memeriksa tubuh korban; tidak ditemukan satu pun kartu identitas atau petunjuk yang bisa mengungkap siapa pria malang tersebut.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Untuk sementara, statusnya masih Mr. X. Kami masih menunggu proses identifikasi lebih lanjut melalui sidik jari maupun laporan masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga,” terang Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid.
Kecelakaan di jalur kereta api seringkali terjadi karena kurangnya kewaspadaan atau aktivitas di area terlarang (ruang manfaat jalan KA). Tragedi Mr. X ini menjadi pengingat keras bagi kita semua: jalur kereta api bukanlah tempat untuk melamun, menyeberang sembarangan, apalagi beraktivitas tanpa konsentrasi penuh.
Keberadaan korban di tengah rel mengindikasikan adanya ketidaksadaran akan datangnya kereta, atau mungkin ada faktor lain yang masih didalami kepolisian. Sekarang, tugas kita sebagai netizen adalah menyebarkan info ini—siapa tahu ada tetangga atau kerabat yang belum pulang sejak kemarin. (rm)



