RONGGOHADI, LAMONGAN — Kabar gembira buat para pejuang seragam putih-abu-abu di Lamongan dan Gresik! Hari Rabu (4/3/2026) kemarin di SMAN 2 Lamongan, suasana haru sekaligus bangga menyelimuti peresmian mega-proyek pendidikan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi mengetok palu revitalisasi 51 satuan pendidikan (SMA, SMK, SLB) dengan total anggaran yang bikin melongo: Rp69,7 Miliar!
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa ini bukan cuma soal membangun gedung, tapi membangun mentalitas juara bagi siswa-siswi di Jawa Timur.
Bedah Anggaran: Siapa Saja yang Dapat “Durian Runtuh”?
Pemprov Jatim nggak main-main dalam membagi “kue” pembangunan ini. Lamongan mendapatkan porsi yang cukup besar untuk memastikan kualitas sekolah di pelosok setara dengan di kota.
| Kabupaten | Jumlah Sekolah | Total Anggaran | Detail Sasaran |
| Lamongan | 32 Satuan Pendidikan | Rp42,29 Miliar | 19 SMA, 13 SMK, 1 SLB |
| Gresik | 19 Satuan Pendidikan | Rp27,4 Miliar | 10 SMA, 9 SMK |
Fasilitas Kelas Dunia: Dari Lab Komputer hingga Ruang Praktik SMK
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, merinci bahwa revitalisasi ini menyentuh aspek paling vital dalam KBM. Jadi, jangan kaget kalau nanti sekolah kalian punya:
- Laboratorium Canggih: Lab Komputer, IPA, hingga ruang praktik khusus SMK (Teknik Kendaraan, DKV, Bisnis Digital).
- Ruang Kreativitas: Pembangunan Ruang OSIS, Ruang BK yang lebih humanis, serta UKS yang nyaman.
- Sanitasi Higienis: Rehabilitasi fasilitas toilet dan kebersihan agar lingkungan sekolah tetap sehat.
“Kita ingin pemerataan. Siswa di daerah terpencil pun harus merasakan fasilitas sesuai standar mutu. Kalau sekolahnya nyaman, gurunya semangat, siswanya pasti makin berprestasi!” ujar Aries penuh optimis.
Kejutan Program SIKAP: Sekolah Bisa Jadi “Lumbung Pangan”!
Nah, ini yang paling unik. Gak cuma gedung yang glowing, mindset siswanya juga diajak mandiri lewat Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan).
- Gresik: 60 Sekolah sudah jalan.
- Lamongan: 15 Sekolah menyusul.
Siswa diajak bercocok tanam cabai, tomat, hingga budidaya ikan dan ternak. Program ini selaras dengan visi ketahanan pangan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Jadi, habis belajar Fisika, langsung bisa panen sayur buat makan siang!
Melihat angka Rp69,7 Miliar hanya untuk dua kabupaten ini membuktikan bahwa Jawa Timur sedang melakukan percepatan luar biasa. Bayangkan, ada 400 sekolah se-Jatim yang sedang “dipercantik” secara bertahap. Ini adalah jawaban telak bagi tantangan dunia kerja; gedung SMK yang punya Ruang Praktik Siswa (RPS) layaknya bengkel profesional akan mencetak lulusan yang siap langsung “tempur” di industri. (rm)



