Friday, September 18, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20 Ribu Ton

LAMONGAN, RONGGOHADI – Target produksi garam rakyat Kabupaten Lamongan sebesar 20 ribu ton masih harus dikejar. Hingga Agustus 2026, produksi garam baru tercatat mencapai 1.317,18 ton.

Meski capaian sementara masih jauh dari target tahunan, Pemkab Lamongan optimistis produksi akan meningkat seiring memasuki periode puncak produksi pada triwulan IV, terutama Oktober dan November.

Kepala Dinas Perikanan Lamongan Joko Nursiyanto mengatakan, musim produksi garam di wilayahnya berlangsung relatif singkat. Aktivitas produksi umumnya berjalan mulai Agustus hingga Desember, sedangkan Juli digunakan petambak untuk mempersiapkan lahan tambak.

“Produksi garam memang memiliki musim yang relatif singkat. Mulai Agustus hingga Desember, dengan puncak produksi biasanya terjadi pada triwulan IV, terutama Oktober dan November. Karena itu, kami optimistis produksi akan terus meningkat seiring kondisi produksi yang semakin optimal,” kata Joko saat ditemui di Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, Oktober dan November menjadi momentum penting untuk mendongkrak capaian produksi. Pada periode tersebut, kondisi produksi biasanya lebih mendukung sehingga hasil garam diharapkan meningkat secara signifikan.

Harga Garam Naik Menjadi Rp1.500 per Kilogram

Selain berharap pada peningkatan produksi, petambak garam Lamongan juga mendapat kabar positif dari sisi harga.

Pada September 2026, harga garam tercatat berada di kisaran Rp1.500 per kilogram. Angka tersebut meningkat dibandingkan Agustus yang masih berada di sekitar Rp1.000 per kilogram.

Kendati demikian, Joko menyebut fluktuasi harga masih menjadi salah satu dinamika yang harus dihadapi petambak. Harga dan hasil produksi tetap dipengaruhi kondisi musim serta berbagai faktor dalam proses budidaya garam.

Brondong Jadi Sentra Produksi Garam Lamongan

Pada 2026, sentra produksi garam Lamongan berada di Kecamatan Brondong. Sejumlah desa yang menjadi kawasan produksi meliputi Sedayulawas, Lohgung, Labuhan, Brengkok, dan Sidomukti.

Di kawasan tersebut, terdapat 293 petambak yang tergabung dalam 26 Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR). Mereka mengelola lahan tambak garam dengan luas keseluruhan mencapai 217,33 hektare.

Dengan luas lahan dan jumlah petambak tersebut, peningkatan produktivitas menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pencapaian target produksi garam Lamongan tahun ini.

Namun, aktivitas produksi masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kerusakan sarana dan prasarana, anomali cuaca, hingga keterbatasan regenerasi petambak.

“Karena itu, kami terus melakukan pembinaan dan pelatihan sekaligus memberikan dukungan sarana dan prasarana produksi kepada petambak,” ujar Joko.

Pemkab Salurkan Bantuan Sarana Produksi

Untuk mendukung produktivitas dan kualitas garam rakyat, Dinas Perikanan Lamongan menjalankan sejumlah program pembinaan. Upaya tersebut meliputi sosialisasi perizinan pemanfaatan ekstraksi garam, pembinaan peningkatan kualitas produksi, serta fasilitasi sarana dan prasarana bagi petambak.

Pada 2026, Pemkab Lamongan memberikan bantuan berupa 40 gerobak sorong dan 40 pasang sepatu boots kepada petambak garam.

Selain itu, sebanyak 28 roll geomembran difasilitasi untuk Desa Brengkok, Kecamatan Brondong. Bantuan geomembran tersebut merupakan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program tahun 2025.

Dukungan sarana produksi diharapkan dapat membantu petambak meningkatkan efisiensi kerja sekaligus menjaga kualitas garam yang dihasilkan.

Produksi dan Kualitas Jadi Fokus Pembinaan

Joko menegaskan, pembinaan, pelatihan, serta dukungan sarana produksi akan terus dilakukan untuk menjaga keberlanjutan usaha garam rakyat di Lamongan.

“Kami terus memberikan pembinaan, pelatihan, serta dukungan sarana dan prasarana produksi kepada petambak. Harapannya, produktivitas dan kualitas garam Lamongan semakin baik, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan petambak,” pungkasnya.

Dengan puncak musim produksi yang diperkirakan berlangsung pada Oktober dan November, Pemkab Lamongan masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan capaian produksi. Target 20 ribu ton pun akan sangat bergantung pada kondisi cuaca, kesiapan lahan, dukungan sarana, serta kemampuan petambak memaksimalkan masa produksi yang relatif terbatas. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles