LAMONGAN, RONGGOHADI – Tangis seorang bayi laki-laki mengagetkan warga Desa Blawi, Kecamatan Karangbinangun, Lamongan, Jumat (11/9/2026) pagi. Bukan berada di rumah atau fasilitas kesehatan, bayi itu ditemukan hidup di dalam kardus yang diletakkan di sebuah bekas warung.
Kardus tersebut dilapisi kain dan kantong plastik. Saat ditemukan, kondisi bayi masih sangat rentan karena tali pusarnya belum terpotong.
Warga kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada kepolisian sekitar pukul 06.00 WIB. Petugas Polsek Karangbinangun bersama Dinas Kesehatan dan bidan desa langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi bayi dan memberikan pertolongan awal.
Kapolsek Karangbinangun Iptu I Wayan Sumantra membenarkan adanya penemuan bayi tersebut. Polisi kini masih berupaya mengungkap siapa ibu kandung bayi dan bagaimana bayi itu bisa berada di lokasi.
“Benar, saat ini Polsek Karangbinangun sedang melakukan upaya penyelidikan ibu kandungnya,” ujar Wayan saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).
Setelah diperiksa di lokasi, bayi dinyatakan masih hidup. Untuk mendapatkan penanganan medis, bayi kemudian dievakuasi ke Puskesmas Karangbinangun, sempat mendapat perawatan di RS Intan Medika Karangbinangun, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Soegiri Lamongan.
Dari Kardus hingga Mendapat Nama Muhammad Rayyan
Kabar tentang bayi yang ditemukan dalam kardus itu kemudian sampai ke Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Pada Sabtu (12/9/2026), Yuhronur bersama istrinya, Anis Kartika, datang menjenguk bayi tersebut di RSUD dr. Soegiri Lamongan.
Dalam kunjungan itu, Yuhronur memberikan sebuah nama kepada bayi laki-laki tersebut: Muhammad Rayyan.
Nama itu diberikan sebagai doa agar sang bayi kelak tumbuh menjadi anak dengan masa depan yang baik. Rayyan sendiri dikenal sebagai salah satu nama pintu surga bagi orang yang menjalankan ibadah puasa.
“Siapa pun nanti yang akan mengadopsi menjadi orang tua, anak ini sudah punya nama Muhammad Rayyan,” kata Yuhronur di RSUD dr. Soegiri Lamongan, Sabtu (12/9/2026).
Pemberian nama tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian Pemkab Lamongan terhadap bayi yang kini kondisinya berangsur sehat.
Mulai Banyak yang Ingin Mengadopsi
Kondisi Muhammad Rayyan yang semakin sehat turut mengundang simpati masyarakat. Bahkan, Dinas Sosial Kabupaten Lamongan mulai menerima sejumlah pengajuan dari warga yang menyatakan keinginan untuk mengadopsi bayi tersebut.
Salah satu calon orang tua angkat yang pertama datang ke Dinas Sosial Lamongan merupakan pemilik showroom kendaraan asal Kecamatan Karanggeneng.
Calon orang tua tersebut disebut telah melengkapi sebagian besar persyaratan administrasi yang diperlukan untuk proses pengajuan adopsi.
Meski demikian, proses adopsi tidak serta-merta dapat dilakukan. Penanganan bayi dan proses pengasuhan selanjutnya tetap harus melalui prosedur yang berlaku.
Di tengah banyaknya perhatian masyarakat, polisi masih fokus mencari jawaban atas bagaimana bayi tersebut bisa ditinggalkan seorang diri di bekas warung.
Polsek Karangbinangun terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas ibu kandung sekaligus pihak yang diduga melakukan penelantaran.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan orang tua bayi agar segera melapor.
“Warga bisa melaporkan ke polisi jika di lingkungannya ada yang dicurigai,” tegas pihak kepolisian.
Kini, Muhammad Rayyan masih menjalani perawatan. Dari sebuah kardus di bekas warung, bayi itu kemudian mendapat perhatian pemerintah dan simpati masyarakat. Sementara polisi masih berupaya menemukan jawaban tentang siapa yang pertama kali meninggalkannya di sana. (rm)



