Tuesday, September 15, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Jurnalis Lamongan Gelar Doa Bersama

LAMONGAN, RONGGOHADI – Kabar hilangnya kontak lima jurnalis yang tengah menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau mengundang keprihatinan insan pers di Kabupaten Lamongan.

Sebagai bentuk solidaritas, sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan dan IJTI Korda Pantura Raya menggelar doa bersama, Senin (14/9/2026).

Doa tersebut menjadi bentuk empati sekaligus dukungan moral bagi keluarga lima jurnalis yang hingga kini masih menanti kabar. Di tengah proses pencarian, para jurnalis Lamongan berharap rekan-rekan mereka dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Ketua PWI Lamongan, Kadam Mustoko, mengatakan doa bersama tersebut menjadi ikhtiar untuk mengetuk pintu langit sekaligus menguatkan keluarga dan petugas yang terlibat dalam pencarian.

“Kita semua prihatin dengan kondisi teman kita yang sedang meliput di Gunung Anak Krakatau dan sampai saat ini belum diketahui nasibnya,” ujar Kadam.

Menurutnya, para jurnalis yang hilang kontak tersebut tengah menjalankan tugas jurnalistik di lapangan. Karena itu, Kadam mengajak seluruh insan pers dan masyarakat untuk terus mendoakan keselamatan mereka.

“Semoga teman kita cepat ditemukan dalam keadaan selamat. Keluarga yang ditinggalkan dan keluarga teman-teman kita juga diberikan kekuatan, sehingga bisa menerima kondisi seperti ini,” katanya.

Sesama Jurnalis Saling Menguatkan

Ketua IJTI Korda Pantura Raya, Moh. Mahrus, mengatakan situasi tersebut menjadi momentum bagi sesama awak media untuk saling menguatkan, terutama keluarga yang saat ini masih menunggu kepastian kabar.

Ia menyebut doa bersama bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk dukungan nyata dari komunitas jurnalis Lamongan kepada keluarga para korban.

“Intinya doa bersama pada siang hari ini adalah aksi solidaritas kita, teman-teman jurnalis di Lamongan, baik PWI maupun IJTI, untuk mensupport keluarga. Dalam artian, kita memberikan dukungan agar keluarga tetap sabar,” terangnya.

Mahrus menegaskan harapan terbesar saat ini adalah lima jurnalis tersebut dapat segera ditemukan dan kembali dalam keadaan selamat.

Namun, ia juga berharap proses pencarian terus dilakukan secara maksimal hingga memberikan kepastian kepada keluarga apabila nantinya ditemukan kemungkinan terburuk.

“Harapan kami tentu teman-teman segera ditemukan dalam kondisi selamat. Tapi apabila dalam proses pencarian nantinya ditemukan kondisi terburuk, kami berharap petugas dapat menemukan jasad para jurnalis tersebut sehingga dapat segera diserahkan kepada keluarga,” ujarnya.

Bagi insan pers di Lamongan, hilangnya lima rekan seprofesi tersebut menjadi pengingat bahwa tugas jurnalistik di lapangan juga memiliki risiko. Di saat kabar kepastian masih dinantikan, doa dan dukungan menjadi cara yang bisa dilakukan untuk menguatkan keluarga serta mereka yang tengah menjalankan misi pencarian. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles