Tuesday, September 15, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Tak Perlu Bingung Mengadu, Pemkab Lamongan Buka Banyak Kanal Informasi dan Aspirasi Warga

LAMONGAN, RONGGOHADI – Mengeluh soal pelayanan pemerintah memang mudah. Yang sering bikin bingung justru satu hal: harus mengadu ke mana?

Di tengah semakin cepatnya arus informasi digital, Pemerintah Kabupaten Lamongan berupaya membuka akses komunikasi yang lebih mudah bagi masyarakat. Bukan hanya untuk mendapatkan informasi tentang program pemerintah, tetapi juga untuk menyampaikan aspirasi, pengaduan, hingga meminta informasi publik.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lamongan, Sugeng Widodo, mengatakan masyarakat saat ini memiliki sejumlah kanal resmi yang dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan pemerintah daerah.

Salah satunya melalui kanal Lapor Pak Yes, yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi maupun persoalan terkait pelayanan publik.

“Lapor Pak Yes itu sebuah saluran untuk menyampaikan aspirasi apa saja tentang layanan publik. Itu langsung ke WhatsApp juga bisa,” kata Sugeng dalam wawancara bersama Radio Ronggohadi.

Selain kanal pengaduan, masyarakat juga dapat memanfaatkan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) untuk memperoleh informasi publik yang berkaitan dengan pemerintahan, tata kelola, maupun informasi lain yang menjadi hak masyarakat untuk diketahui.

Akses tersebut, kata Sugeng, tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan layanan digital.

Warga yang ingin menyampaikan permintaan informasi secara langsung juga tetap dapat datang ke kantor Diskominfo maupun menyampaikan permohonan melalui mekanisme administrasi yang tersedia.

Dengan begitu, masyarakat tidak harus bingung ketika membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan persoalan kepada pemerintah.

Transparansi Tak Lagi Satu Arah

Menurut Sugeng, perkembangan teknologi membuat pola komunikasi pemerintah dan masyarakat ikut berubah.

Pemerintah tidak lagi cukup hanya menyampaikan informasi satu arah. Masyarakat juga perlu memiliki ruang untuk memberikan respons, kritik, maupun masukan.

“Kalau corong itu satu arah. Kita harus mulai dua arah biar enak,” ujarnya.

Pemkab Lamongan sendiri terus memanfaatkan berbagai kanal digital untuk menyampaikan informasi mengenai kegiatan dan program pemerintah daerah. Masyarakat dapat mengikuti informasi melalui kanal resmi pemerintah maupun media sosial.

Kehadiran media massa juga dinilai tetap penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.

Di tengah derasnya informasi di media sosial, keberadaan media yang menyajikan informasi secara bertanggung jawab menjadi bagian penting untuk menjaga masyarakat mendapatkan informasi yang jelas.

Warga Juga Diminta Waspada Kejahatan Digital

Namun, semakin luasnya penggunaan teknologi juga membawa tantangan baru.

Sugeng mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap nomor telepon maupun pesan dari pihak yang tidak dikenal.

Fenomena nomor asing yang tiba-tiba menghubungi masyarakat menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai, terutama ketika komunikasi tersebut mulai meminta data pribadi atau informasi sensitif.

Menurutnya, masyarakat tidak harus bersikap tertutup. Tetapi kehati-hatian perlu menjadi kebiasaan ketika berkomunikasi di ruang digital.

Prinsip sederhananya: jangan sembarangan membagikan data pribadi dan pastikan siapa pihak yang sedang berkomunikasi.

Pesan tersebut menjadi semakin penting karena ruang digital kini bukan hanya tempat mencari informasi, tetapi juga menjadi salah satu ruang yang dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menjalankan berbagai modus.

Digitalisasi Juga Jadi Peluang untuk UMKM

Di sisi lain, digitalisasi tidak hanya dipandang sebagai sarana komunikasi pemerintah. Perkembangan teknologi juga menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi.

Termasuk bagi pelaku UMKM Lamongan.

Sugeng mengatakan, pemerintah daerah terus mendukung program yang berkaitan dengan digitalisasi UMKM melalui perangkat daerah terkait. Pelatihan dan pengembangan kapasitas menjadi bagian dari upaya agar pelaku usaha mampu mengikuti perubahan pola ekonomi yang semakin digital.

Anak-anak muda yang memiliki kreativitas dan inovasi juga diharapkan dapat memanfaatkan ruang digital untuk mengembangkan potensi sekaligus ikut menggerakkan ekonomi daerah.

Artinya, digitalisasi tidak berhenti pada persoalan penggunaan media sosial. Jika dimanfaatkan dengan tepat, teknologi bisa menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar, memperkenalkan produk lokal, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.

Pemerintah Dibuka, Warga Jangan Pasif

Bagi Pemkab Lamongan, keterbukaan informasi pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa banyak informasi yang disampaikan pemerintah.

Yang tidak kalah penting adalah seberapa mudah masyarakat dapat mengakses informasi dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga aktif memanfaatkan kanal resmi pemerintah ketika membutuhkan informasi maupun ingin menyampaikan pengaduan.

Sugeng menegaskan, setiap laporan masyarakat harus mendapatkan respons dan ditindaklanjuti dengan baik.

“Yang penting kita harus merespon dengan baik, secepat-cepatnya,” ujarnya.

Dengan semakin banyaknya kanal komunikasi yang tersedia, jarak antara pemerintah dan masyarakat diharapkan semakin pendek.

Di era ketika informasi bergerak dalam hitungan detik, transparansi bukan lagi sekadar kewajiban menyampaikan informasi. Transparansi juga berarti pemerintah menyediakan pintu yang mudah diketuk ketika masyarakat membutuhkan jawaban. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles