Wednesday, September 16, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Tak Lagi Andalkan Kertas, PKK Lamongan Mulai Kelola Data Lewat E-PKK

LAMONGAN, RONGGOHADI – Pengelolaan administrasi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lamongan mulai beralih ke sistem digital. Tahun ini, pelaporan kegiatan PKK diarahkan menggunakan aplikasi E-PKK, menggantikan pola administrasi berbasis kertas.

Langkah tersebut ditandai dengan pelatihan pengelolaan aplikasi E-PKK bagi operator kecamatan serta desa/kelurahan se-Kabupaten Lamongan di Ruang Sasana Nayaka, Senin (14/9/2026).

Pelatihan yang digelar TP-PKK Lamongan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lamongan itu diikuti sekitar 501 peserta. Mereka disiapkan menjadi operator yang akan mengelola dan memastikan pelaporan program PKK berjalan melalui sistem digital.

Ketua TP-PKK Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi, mengatakan penerapan E-PKK merupakan bentuk penyesuaian organisasi terhadap perkembangan teknologi.

“Mulai tahun ini pelaporan PKK sudah menggunakan E-PKK, menyesuaikan kemajuan teknologi. Melalui digitalisasi ini diharapkan seluruh kegiatan, pencapaian, maupun permasalahan di lapangan dapat terpantau secara cepat, transparan, dan berkesinambungan,” ujarnya.

Data Bisa Dipantau Lebih Cepat

Menurut Anis, E-PKK dirancang untuk mempermudah pencatatan program secara real time. Data dan pelaporan kegiatan juga dapat disinkronkan mulai dari tingkat desa/kelurahan, kabupaten hingga provinsi.

Sistem tersebut diharapkan membuat berbagai informasi yang berkaitan dengan kondisi masyarakat lebih mudah dipantau, termasuk data stunting, gizi buruk, hingga kondisi kesejahteraan masyarakat.

“Ini merupakan langkah maju bagi Tim Penggerak PKK Lamongan menuju tata kelola organisasi yang modern, profesional, dan berbasis data. Ke depan segala bentuk pelaporan tidak menggunakan kertas, namun menggunakan sistem online yang mudah diakses ulang. Program ini kita laksanakan untuk mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.

Bagi Anis, perubahan sistem pelaporan tidak cukup hanya dengan menyediakan aplikasi. Operator di setiap wilayah juga harus memahami cara kerja sistem agar data yang masuk dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius, memahami materi, serta aktif melakukan praktik sebelum menerapkannya di wilayah masing-masing.

“Semoga melalui kegiatan ini PKK Lamongan dapat semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan semakin kuat perannya dalam mendukung pembangunan daerah,” katanya.

501 Operator Disiapkan

Kepala Diskominfo Lamongan sekaligus Ketua Penyelenggara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pengelolaan Aplikasi E-PKK, Sugeng Widodo, mengatakan pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 14 hingga 17 September 2026.

Sekitar 501 peserta yang mengikuti kegiatan merupakan perwakilan dari kecamatan serta desa/kelurahan se-Kabupaten Lamongan.

Mereka akan mendapatkan pembekalan agar mampu mengoperasikan aplikasi E-PKK sekaligus memastikan proses pelaporan program PKK dapat berjalan lebih cepat, terintegrasi, dan akurat.

Dengan penerapan sistem tersebut, digitalisasi administrasi PKK diharapkan tidak berhenti pada perubahan cara mengirim laporan. Data yang terkumpul juga dapat menjadi bagian dari sistem informasi yang membantu melihat perkembangan program dan kondisi masyarakat di berbagai wilayah Lamongan. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles