Tuesday, September 22, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Bukan Sekadar Busana Adat, Upacara HUT ke-81 RI di Unisla Jadi Pesan Kuat tentang Persatuan

LAMONGAN, RONGGOHADI – Ada yang berbeda dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Universitas Islam Lamongan (Unisla), Senin (17/8/2026). Lapangan kampus tidak hanya dipenuhi suasana khidmat upacara, tetapi juga warna-warni busana adat dari berbagai penjuru Nusantara.

Civitas akademika Unisla tampil mengenakan pakaian tradisional yang merepresentasikan keberagaman Indonesia, dari wilayah timur hingga barat.

Sekilas mungkin terlihat seperti parade busana adat biasa. Namun di balik keberagaman pakaian tersebut, Unisla sedang menyampaikan pesan sederhana sekaligus penting: Indonesia boleh berbeda-beda, tetapi tetap berdiri sebagai satu kesatuan.

Dari Timur ke Barat, Bersatu di Kampus

Rektor Unisla Abdul Ghofur mengatakan penggunaan busana adat sengaja dipilih untuk memperkuat semangat persatuan sekaligus memberikan nuansa berbeda dalam peringatan kemerdekaan.

Menurutnya, keberagaman pakaian yang dikenakan civitas akademika menjadi gambaran kecil bagaimana Indonesia dibangun dari begitu banyak latar belakang budaya.

“Indonesia ini NKRI, jadi satu kesatuan. Setiap tahun memang kita memperingati ini dengan gaya khas. Semua pakaian adat mulai timur sampai barat kita upayakan kita pakai,” ujar Abdul Ghofur.

Pesan tersebut terasa semakin relevan ketika keberagaman Indonesia tidak hanya ditampilkan sebagai simbol, tetapi juga hadir dalam ruang pendidikan.

Sebab kampus bukan hanya tempat bertemunya mahasiswa dengan ilmu pengetahuan. Kampus juga menjadi ruang untuk belajar hidup bersama, menghargai perbedaan, dan membangun karakter sebagai bagian dari masyarakat.

Kemerdekaan Jangan Berhenti di Seremoni

Bagi Unisla, peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak seharusnya berhenti ketika upacara selesai.

Abdul Ghofur mengajak seluruh insan akademik menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang refleksi untuk melihat kembali kontribusi yang dapat diberikan kampus kepada masyarakat dan bangsa.

Unisla, kata dia, harus berada di garda terdepan dalam mencetak generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai karakter kuat.

“Unisla harus berdiri di garda terdepan mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga kokoh dalam karakter Islami berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyyah,” katanya.

Pesan tersebut menempatkan pendidikan karakter sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan perguruan tinggi.

Riset, Teknologi, dan Akhlak Harus Berjalan Bersama

Semangat kemerdekaan kemudian diarahkan Unisla pada sejumlah agenda yang lebih konkret.

Perguruan tinggi tersebut mendorong peningkatan kualitas riset dan inovasi, memperkuat transformasi digital, serta memperluas pengabdian kepada masyarakat.

Namun, perkembangan teknologi tetap diarahkan agar berjalan beriringan dengan akhlak.

Di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat, kemampuan akademik saja dinilai tidak cukup. Generasi muda juga membutuhkan karakter, tanggung jawab, dan kepedulian sosial agar ilmu yang dimiliki benar-benar memberikan manfaat.

Begitu pula pengabdian masyarakat yang diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Ketika Busana Adat Menjadi Bahasa Persatuan

Pemandangan civitas akademika Unisla mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar pelengkap upacara.

Ada pesan yang terselip di balik kain, motif, dan warna yang berbeda-beda itu.

Bahwa persatuan tidak berarti harus menjadi sama.

Justru karena Indonesia memiliki banyak budaya, bahasa, tradisi, dan identitas lokal, persatuan menjadi sesuatu yang harus terus dirawat.

Dan di lingkungan kampus, semangat itu diharapkan tumbuh menjadi energi untuk melahirkan generasi yang mampu membawa ilmu pengetahuan, teknologi, karakter, dan nilai kebangsaan berjalan beriringan.

Karena kemerdekaan bukan hanya tentang mengibarkan bendera setiap 17 Agustus.

Kemerdekaan juga tentang bagaimana setiap generasi mengambil peran untuk menjaga persatuan dan membuat Indonesia bergerak maju. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles