Saturday, September 26, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Dekranasda Lamongan Dorong Batik Berkarakter dan Bernilai Jual

LAMONGAN, RONGGOHADI – Dekranasda Kabupaten Lamongan ingin desain batik yang lahir dari kreativitas peserta tidak berhenti sebagai gambar di atas kertas. Motif yang dihasilkan diharapkan memiliki karakter, bisa diaplikasikan menjadi kain, sekaligus mempunyai nilai ekonomi.

Upaya tersebut didorong melalui Lomba Desain Batik Lamongan 2026. Menjelang tahap penilaian, Dekranasda Lamongan menggelar workshop dan technical meeting bagi para peserta di Pendopo Lokatantra, Kamis (24/9/2026).

Ketua Dekranasda Lamongan Anis Kartikawati Yuhronur Efendi mengatakan, workshop menjadi pembekalan agar peserta memahami bahwa desain batik harus memiliki kemungkinan untuk dikembangkan menjadi produk yang dapat digunakan masyarakat.

Menurut Anis, peserta perlu mengubah cara pandang terhadap lomba desain batik. Penilaian tidak hanya menyangkut kemampuan menggambar, pemilihan warna, maupun kesesuaian dengan tema, tetapi juga bagaimana desain tersebut dapat diwujudkan menjadi kain batik.

“Penilaian bukan hanya dari bagusnya warna dan kesesuaian tema, tetapi juga bagaimana desain tersebut dapat diaplikasikan di kain. Kami ingin karya yang dihasilkan tidak berhenti sebagai karya lomba, tetapi bisa digunakan dan dirasakan masyarakat,” katanya.

Diharapkan Jadi Identitas Batik Lamongan

Anis mengatakan, desain terbaik dari lomba tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi bagian dari identitas batik Lamongan.

Tidak menutup kemungkinan, karya yang dihasilkan juga dikembangkan untuk kebutuhan fesyen hingga diaplikasikan sebagai seragam batik bagi pelajar.

Untuk memperkaya wawasan peserta, workshop menghadirkan pemilik Batik Tulis Soedjono Lamongan, Umbar Basuki.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan wawasan mengenai kreativitas, kebebasan berekspresi, desain kontemporer hingga eksklusivitas motif sebagai bagian dari pengembangan produk batik.

Sementara itu, Ketua Harian Dekranasda Lamongan sekaligus Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Lamongan Anang Taufik mengatakan, lomba tahun ini mendapat antusiasme dari berbagai kelompok usia.

Total terdapat 292 peserta yang mengikuti lomba, terdiri dari 50 peserta umum, 44 peserta SD kelas 1–3, 71 peserta SD kelas 4–6, serta 127 peserta SMP/MTs.

“Peserta terdiri dari 50 peserta umum, 44 peserta SD kelas 1–3, 71 peserta SD kelas 4–6, dan 127 peserta SMP/MTs,” tuturnya.

Khusus kategori umum, 50 peserta akan melalui proses seleksi untuk menentukan 15 peserta terbaik. Mereka selanjutnya berhak melaju ke tahap II yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2026 di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan.

Dari Karya Lomba ke Produk Batik

Anang berharap workshop tersebut tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga memunculkan inovasi baru dalam desain batik Lamongan.

“Kami berharap workshop ini memberikan wawasan dan inovasi kepada peserta, sehingga karya yang dihasilkan tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki daya saing, nilai pasar, dan mampu memperkuat identitas Lamongan,” ujarnya.

Melalui Lomba Desain Batik Lamongan 2026, Dekranasda tidak sekadar mencari desain terbaik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk mempertemukan kreativitas para peserta dengan kebutuhan industri batik.

Dengan begitu, motif yang lahir dari lomba memiliki peluang untuk berkembang menjadi produk yang digunakan masyarakat sekaligus memberikan nilai ekonomi.(rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles