Friday, September 25, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Toserba Sunan Drajat Buka Akses UMKM Lamongan Masuk Ekosistem Persela

LAMONGAN, RONGGOHADI – Dukungan Toserba Sunan Drajat sebagai sponsor Persela Lamongan musim 2026/2027 tidak hanya diarahkan untuk mendukung klub kebanggaan daerah. Kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi pelaku UMKM Lamongan untuk masuk dalam ekosistem ekonomi sepak bola.

Direktur Utama Perekonomian Sunan Drajat, Gus Anas Al-Hifni, mengatakan pihaknya membuka akses bagi masyarakat Lamongan yang memiliki produk UMKM untuk bermitra dan memanfaatkan jaringan penjualan Toserba Sunan Drajat.

“Kami membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat Lamongan yang memiliki produk UMKM untuk bermitra dengan kami,” ujarnya di Lamongan, Kamis.

Menurut Anas, dukungan terhadap Persela merupakan salah satu bentuk kepedulian Pondok Pesantren Sunan Drajat terhadap Lamongan. Selain menjadi bagian dari daerah tersebut, pesantren juga memiliki unit usaha yang berkembang di Lamongan.

Ia melihat sepak bola memiliki basis suporter yang besar sehingga dapat menjadi ruang promosi bagi Toserba Sunan Drajat sekaligus memperkenalkan Pondok Pesantren Sunan Drajat sebagai lembaga yang memiliki kemandirian ekonomi.

“Sepak bola bisa menjadi salah satu media promosi efektif, baik untuk meningkatkan trafik Toserba Sunan Drajat maupun memperkenalkan pesantren,” katanya.

Toserba Jadi Kanal Produk Persela dan UMKM

Selain menjadi sponsor, Toserba Sunan Drajat juga berpotensi menjadi salah satu titik penjualan produk Persela, mulai dari jersey, pernak-pernik klub hingga tiket pertandingan.

Di sisi lain, pelaku UMKM Lamongan dapat mengakses jaringan penjualan yang dimiliki Toserba Sunan Drajat. Skema tersebut diharapkan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara pesantren, pelaku usaha, masyarakat dan Persela.

“Kami akan selalu mendukung Persela dan menjadi salah satu sponsor setia Persela,” ujar Anas.

Ia berharap sinergi antara Toserba Sunan Drajat dan Persela tidak berhenti pada kepentingan komersial. Menurutnya, sepak bola juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial masyarakat Lamongan.

“Jadikan olahraga sebagai ajang silaturahim dan memperkuat persaudaraan masyarakat Lamongan untuk guyub, rukun, dan sejahtera dunia dan akhirat,” katanya.

Animo Suporter Buka Ruang Ekonomi

Persela Lamongan yang berdiri pada 18 Maret 1967 telah menjadi bagian dari identitas sepak bola daerah. Klub ini juga memiliki basis suporter LA Mania dan Curva Boys 1967 yang turut membentuk ekosistem pendukung klub sekaligus aktivitas ekonomi di sekitar pertandingan.

Besarnya animo suporter terlihat pada laga perdana Championship 2026/2027 melawan Persis Solo di Stadion Surajaya pada 13 September. Sebanyak 10.600 tiket terjual habis, sementara Persela mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 2-0.

Ramainya pertandingan juga membuka ruang bagi puluhan pelaku UMKM untuk berjualan di sekitar stadion.

Dalam konteks tersebut, dukungan Toserba Sunan Drajat diarahkan tidak hanya sebagai bentuk sponsorship kepada klub, tetapi juga sebagai upaya membuka koneksi antara olahraga, dunia usaha dan masyarakat.

Ponpes Sunan Drajat melalui Toserba Sunan Drajat menjadi satu-satunya pesantren yang disebut menjadi sponsor tim sepak bola di Liga Indonesia dengan mendukung Persela Lamongan pada musim 2026/2027.(rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles