Thursday, October 15, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

196 Kebakaran Terjadi di Lamongan, Damkar Berpeluang Naik Kelas Jadi Dinas Sendiri

LAMONGAN, RONGGOHADI – Beban penanganan kebakaran dan penyelamatan di Kabupaten Lamongan terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, tercatat 196 kejadian kebakaran. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemkab Lamongan untuk mengkaji pembentukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Damkarla).

Saat ini, Damkar Lamongan masih berstatus sebagai bidang di bawah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Jika rencana tersebut terealisasi, kelembagaan Damkar diharapkan dapat lebih optimal dalam menangani kebakaran sekaligus berbagai misi penyelamatan warga.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, rencana pembentukan dinas tersendiri masih dalam tahap kajian. Pemerintah daerah tengah menghitung skor kelembagaan dengan mempertimbangkan ketersediaan sarana dan prasarana serta intensitas kejadian di lapangan.

“Ada kemungkinan itu (dijadikan dinas sendiri). Sekarang masih kita kaji, kita hitung skornya terhadap sarana-prasarana yang kita miliki, kemudian kejadian yang kita himpun nanti kita hitung, sehingga kebutuhan pelayanan Damkar terpenuhi,” kata Yuhronur, Selasa (13/10/2026).

Kebakaran Lahan Mendominasi, Rumah Menyusul

Dari total 196 kejadian kebakaran yang tercatat selama Januari hingga Oktober 2026, kebakaran lahan dan rumpun bambu menjadi kasus paling dominan, yakni sebanyak 105 kejadian atau lebih dari separuh total peristiwa.

Kebakaran rumah menempati urutan berikutnya dengan 39 kejadian. Sementara itu, kebakaran sampah tercatat 10 kasus, sedangkan kebakaran gudang, pabrik, dan kandang masing-masing enam kasus. Adapun kebakaran kios maupun rumah toko (ruko) tercatat empat kasus.

Tingginya jumlah kejadian tersebut menuntut kesiapan petugas, baik dari sisi personel maupun dukungan peralatan operasional.

Saat ini, Damkar Lamongan diperkuat sembilan armada dan 101 personel yang tersebar di empat wilayah koordinasi (Korwil), yakni Paciran, Babat, Ngimbang, dan Lamongan.

Bukan Cuma Memadamkan Api, Damkar Juga Menyelamatkan Warga

Menurut Yuhronur, penggunaan nomenklatur Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan nantinya mencerminkan cakupan tugas yang lebih luas. Petugas tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi berbagai situasi darurat nonkebakaran.

“Nanti istilahnya Damkar dan Keselamatan, jadi tidak hanya pemadam kebakaran saja. Tapi juga menyelamatkan masyarakat yang cincinnya tersangkut, evakuasi sarang tawon, kucing nyasar, dan lain sebagainya. Jadi nanti banyak hal yang bisa dilakukan oleh Damkar,” ujarnya.

Perluasan peran tersebut membuat kesiapan layanan penyelamatan menjadi bagian penting dalam kajian kelembagaan. Dengan cakupan tugas yang beragam, dukungan sarana, personel, dan sistem pelayanan menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.

Insentif Personel dan Armada Baru Disiapkan

Selain mengkaji pembentukan dinas tersendiri, Pemkab Lamongan juga mempertimbangkan pemberian insentif sebagai bentuk apresiasi terhadap personel Damkar yang menghadapi beban kerja tinggi.

Pemerintah daerah turut menyiapkan pengadaan unit mobil pemadam kebakaran baru untuk memperkuat operasional. Armada tambahan itu ditargetkan tersedia pada tahun ini atau paling lambat awal 2027.

“Tentu sebenarnya ada semacam insentif tersendiri. Di tahun ini, atau paling lambat awal tahun depan, kita siapkan mobil Damkar yang baru karena armada saat ini sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah kejadian. Kita berkomitmen segera menyelesaikan kajian ini,” pungkasnya.

Meski peluang pembentukan Damkarla mulai dibahas, keputusan akhirnya masih menunggu hasil kajian pemerintah daerah. Dengan jumlah kejadian kebakaran yang telah mencapai 196 kasus, penguatan kelembagaan, penambahan armada, dan dukungan terhadap personel menjadi sejumlah aspek penting untuk meningkatkan kesiapan pelayanan kebakaran dan penyelamatan di Lamongan.(rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles