Thursday, October 15, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

100 Kafilah Ikuti MTQ Difabel se-Jawa dan Bali di Lamongan, Pembinaan Al-Qur’an Kian Inklusif

LAMONGAN, RONGGOHADI – Kesempatan belajar dan berprestasi melalui Al-Qur’an perlu terbuka bagi semua kalangan. Semangat itulah yang dihadirkan dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Difabel 2026 tingkat Jawa dan Bali di Pendopo Lokatantra, Kabupaten Lamongan, Selasa (13/10/2026). Sebanyak 100 kafilah mengikuti ajang yang menjadi ruang bagi penyandang disabilitas muslim untuk menunjukkan kemampuan membaca, menghafal, dan mengumandangkan ayat suci Al-Qur’an.

Kegiatan ini diinisiasi Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Lamongan dan Griya Qur’an Difabel Kabupaten Lamongan. Lebih dari sekadar perlombaan, MTQ Difabel menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan keagamaan yang inklusif sekaligus membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensinya.

Ketua LPTQ Kabupaten Lamongan, Moh. Nalikan, mengatakan penyelenggaraan MTQ Difabel secara berkelanjutan merupakan wujud komitmen bersama agar penyandang disabilitas memperoleh kesempatan belajar dan mengembangkan kemampuan membaca serta menghafal Al-Qur’an.

“Ini luar biasa, Pemkab Lamongan, LPTQ Kabupaten Lamongan, dan Griya Qur’ani secara istiqamah melaksanakan MTQ Difabel se-Jawa dan Bali, pada tahun ini diikuti seratus kafilah. Seiring dengan program Lamongan Nyantri, semangat membaca dan menghafal Al-Qur’an juga terus kita dorong di sekolah-sekolah. Pembinaan seperti ini penting agar teman-teman difabel bisa belajar, menghafal, dan memahami Al-Qur’an secara inklusif,” tutur Moh. Nalikan.

Empat Cabang Lomba, dari Tilawah hingga Azan

Dalam MTQ Difabel 2026, peserta berkompetisi dalam empat cabang, yakni Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) putra dan putri, Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) golongan 2 juz, MHQ golongan 5 juz, serta lomba azan.

Penilaian dilakukan dengan memperhatikan sejumlah aspek sesuai cabang lomba, termasuk kelancaran dan kualitas bacaan, kualitas suara, lagu, serta ketepatan tajwid.

Melalui cabang-cabang tersebut, peserta mendapat kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan terbaik sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an. Penyelenggaraan musabaqah juga menjadi ruang pertemuan bagi peserta dari berbagai daerah untuk membangun kebersamaan melalui kegiatan keagamaan.

Sejalan dengan Program Lamongan Nyantri

Pelaksanaan MTQ Difabel turut mendukung program prioritas Pemkab Lamongan, yakni Lamongan Nyantri. Program ini diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan melalui gerakan membaca dan menghafal Al-Qur’an, sekaligus mendorong pesantren menjadi pusat pengembangan sosial dan ekonomi kerakyatan.

Melalui program tersebut, pesantren dan lembaga keagamaan didorong menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun moral serta karakter masyarakat. Pembinaan keagamaan diharapkan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

MTQ Difabel menjadi salah satu wujud penerapan semangat tersebut. Penyandang disabilitas tidak hanya diberikan ruang untuk berkompetisi, tetapi juga kesempatan untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan.

Pemkab Lamongan berharap penyelenggaraan MTQ Difabel tingkat Jawa dan Bali dapat memperluas akses pembinaan Al-Qur’an yang inklusif. Dengan begitu, semangat kesetaraan, kebersamaan, dan pemberdayaan penyandang disabilitas dapat terus tumbuh melalui kegiatan keagamaan yang terbuka bagi semua.(rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles