RONGGOHADI, LAMONGAN — Banjir yang menggenangi 44 desa di 5 kecamatan wilayah Bengawan Jero memang membawa tantangan besar. Namun, di tangan kreatif warga Lamongan, musibah justru memicu lahirnya solusi jenius. Adalah Suratno, pengrajin inovatif dari Desa Kuluran, Kecamatan Kalitengah, yang berhasil mengubah pipa PVC (paralon) menjadi armada air yang kini tengah naik daun.
Lupakan perahu kayu yang berat dan rawan keropos! Kini, tren moda transportasi air telah bergeser. Perahu PVC rakitan Suratno menjadi primadona baru karena diklaim lebih tangguh, ekonomis, dan estetik. Tak heran jika bengkel kerjanya kini banjir pesanan hingga antre panjang!
Kayu Lewat, Paralon Melesat: Mengapa Harus Perahu PVC?
Beralihnya minat masyarakat dari perahu kayu konvensional ke bahan pipa PVC bukan tanpa alasan kuat. Di tengah langkanya kayu berkualitas yang harganya selangit, pipa PVC hadir sebagai alternatif “pintar” yang lebih ramah kantong dan tahan banting.
Perbandingan Head-to-Head: Perahu Kayu vs. Perahu PVC
| Fitur Unggulan | Perahu Kayu Konvensional | Perahu PVC Inovasi Suratno |
| Ketahanan Air | Rawan Lapuk & Berlumut | Anti-Lapuk & Tahan Air Selamanya |
| Bahan Baku | Kayu Berkualitas (Langka/Mahal) | Pipa PVC Besar (Mudah Didapat) |
| Perawatan | Perlu Dicat Ulang & Tambal Rutin | Minim Perawatan (Eco-Friendly) |
| Berat | Berat & Lambat | Ringan & Lincah |
| Estetika | Klasik Polos | Custom Full Color (Artistis) |
“Kalau pipa PVC lebih ekonomis dan memiliki daya tahan yang lebih baik di air. Tidak akan keropos meski terendam air dalam waktu yang sangat lama. Ini solusi buat petani tambak maupun warga terdampak banjir,” ujar Suratno dengan bangga.
Melesat Hingga ke Batam: Pesanan Naik 50%!
Kualitas yang bicara membuat nama Suratno harum hingga ke luar daerah. Memasuki musim penghujan, pesanan perahu paralon miliknya melonjak drastis hingga 50 persen. Pembelinya pun bukan sembarang orang; mulai dari petani tambak lokal hingga instansi pemerintah dan relawan kemanusiaan.
- Lokal Jatim: Tuban, Gresik, Jombang.
- Jawa Tengah: Demak dan Pati.
- Antar Pulau: Pernah mengirim unit hingga ke Batam!
Dibantu oleh tiga karyawan terampil, satu unit perahu cantik ini bisa diselesaikan hanya dalam waktu 1 hingga 3 hari saja. Menariknya lagi, perahu ini tidak dibiarkan polos begitu saja, namun diberi sentuhan seni berupa goresan cat warna-warni yang membuatnya tampak mewah di tengah genangan air.
Investasi Puluhan Tahun dengan Harga Kompetitif
Bicara soal harga, perahu masa depan ini dibanderol dengan angka yang sangat masuk akal bagi masyarakat dan instansi.
- Harga Mulai: Rp 5,7 Juta hingga puluhan juta rupiah.
- Penentu Harga: Ukuran panjang perahu dan spesifikasi ketebalan pipa PVC yang digunakan.
Mengingat daya tahannya yang diklaim mampu bertahan hingga puluhan tahun, perahu PVC ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan investasi jangka panjang bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir tahunan.
Kesimpulan: Wajah Kreatif Lamongan di Tengah Bencana
Kisah Suratno adalah bukti nyata bahwa “Megilan”-nya Lamongan bukan sekadar slogan. Inovasi perahu paralon ini menjadi simbol ketangguhan warga dalam beradaptasi dengan alam. Banjir mungkin menghambat jalanan, tapi kreativitas Suratno memastikan mobilitas warga tetap berjalan—bahkan dengan gaya yang lebih keren dan modern. (rm)


