LAMONGAN, RONGGOHADI – Prestasi membanggakan diraih Fauzi Shodiqin, siswa MA Unggulan Bustanul Hikmah, setelah berhasil meraih Juara 1 Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Lamongan.
Capaian tersebut sekaligus mengantarkan Fauzi untuk melaju ke kompetisi OMI tingkat Provinsi Jawa Timur. Penghargaan atas prestasi tersebut diberikan oleh Kementerian Agama Kabupaten Lamongan kepada Fauzi pada Selasa (6/10/2026).
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilannya menempati posisi teratas dalam kompetisi OMI tingkat Kabupaten Lamongan.
Bawa Nama Lamongan ke Tingkat Provinsi
Keberhasilan menjadi juara tingkat kabupaten menjadi modal bagi Fauzi untuk menghadapi persaingan yang lebih luas. Pada tahap provinsi, ia akan membawa nama MA Unggulan Bustanul Hikmah sekaligus Kabupaten Lamongan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, H. Mohammad Muhlisin Mufa, sebelumnya menekankan pentingnya OMI sebagai momentum bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
“Teruslah mengasah kemampuan, tingkatkan keterampilan, dan berusaha menjadi yang terbaik,” ujar H. Mohammad Muhlisin Mufa.
Menurutnya, para juara dari tingkat kabupaten nantinya akan berhadapan dengan peserta terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
“Bagi yang menjadi juara nantinya akan berkompetisi dengan para juara dari kabupaten/kota se-Jawa Timur,” katanya.
Tantangan Baru di Tingkat Jawa Timur
Persaingan di tingkat provinsi akan menjadi tantangan baru bagi Fauzi. Lingkup kompetisi yang lebih luas menuntut persiapan serta kemampuan yang semakin matang.
Capaian sebagai juara pertama tingkat Kabupaten Lamongan diharapkan menjadi bekal bagi Fauzi untuk menghadapi tahapan berikutnya dan bersaing dengan siswa-siswa berprestasi dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Bagi MA Unggulan Bustanul Hikmah, prestasi tersebut juga menjadi capaian penting dalam pengembangan potensi siswa. Pembinaan prestasi akademik dan nonakademik, termasuk olimpiade dan berbagai lomba, menjadi bagian dari upaya pengembangan kemampuan siswa atau santri.
Kementerian Agama Kabupaten Lamongan berharap OMI dapat menjadi wadah untuk melahirkan siswa-siswa yang kompeten dan berprestasi hingga tingkat yang lebih tinggi.
“Semoga dari kegiatan ini lahir siswa-siswi yang kompeten, berprestasi, dan mampu mengharumkan nama madrasah, Kabupaten Lamongan, hingga Jawa Timur,” pungkas H. Mohammad Muhlisin Mufa.(rm)



