Tuesday, September 22, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Bendera Merah Putih 180 Meter Membelah Bendung Gerak Babat, Pesannya Tak Sekadar Nasionalisme

LAMONGAN, RONGGOHADI – Ada cara berbeda yang dilakukan warga Lamongan untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bukan hanya lewat upacara dan berbagai perlombaan khas Agustusan, puluhan warga justru membawa semangat kemerdekaan ke salah satu infrastruktur penting pengairan di Lamongan.

Sebuah bendera Merah Putih sepanjang 180 meter dibentangkan di kawasan Bendung Gerak Babat, Senin.

Bendera raksasa tersebut dibentangkan oleh puluhan pemuda dan warga Desa Kendal, Kecamatan Sekaran. Pemandangan Merah Putih yang membentang di kawasan bendungan pun menjadi simbol perayaan kemerdekaan yang sekaligus membawa pesan tentang pentingnya menjaga sumber daya air.

Pertama Kali Digelar di Bendung Gerak Babat

Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Bengawan Solo di Bojonegoro, Tri Suryani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengalaman perdana pembentangan bendera Merah Putih di Bendung Gerak Babat.

Menurutnya, kegiatan tidak hanya ditujukan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menumbuhkan semangat patriotisme di tengah masyarakat.

“Ini baru pertama kali kita lakukan di lokasi Bendung Gerak Babat. Tujuannya menanamkan semangat dan jiwa patriotisme bagi ASN di bawah PU SDA dan warga sekitar,” kata Tri.

Pilihan lokasi pun bukan tanpa alasan.

Bendung Gerak Babat memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya air, terutama untuk memenuhi kebutuhan pertanian dan domestik masyarakat di Lamongan, Bojonegoro, serta wilayah sekitarnya.

Karena itu, semangat kemerdekaan dalam kegiatan tersebut turut diterjemahkan dalam bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan infrastruktur pengairan.

Menjaga Air, Menjaga Ketahanan Pangan

Bagi masyarakat sekitar, Bengawan Solo bukan sekadar sungai yang membelah wilayah.

Sungai tersebut menjadi bagian penting dari kehidupan warga, terutama mereka yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

Tri mengajak masyarakat ikut menjaga Bendung Gerak Babat sekaligus kelestarian Sungai Bengawan Solo.

Sebab, keberadaan sumber air yang terjaga memiliki hubungan langsung dengan keberlangsungan pertanian dan ketahanan pangan.

“Menjaga infrastruktur pengairan dan melestarikan sungai adalah bagian dari aksi nyata membela negara.”

Pesan tersebut menjadi menarik ketika dikaitkan dengan makna kemerdekaan.

Jika dahulu perjuangan mempertahankan kemerdekaan dilakukan dengan mengangkat senjata, kini masyarakat dapat mengisinya dengan menjaga sesuatu yang menjadi penopang kehidupan bersama.

Salah satunya adalah air.

Ketika air tersedia, sawah dapat ditanami. Ketika sawah produktif, pangan tersedia. Dan ketika pangan terjaga, ketahanan daerah pun semakin kuat.

Bagi Petani, Bengawan Solo Adalah Nadi Kehidupan

Kepala Desa Kendal, Rois Purwonugroho, mengatakan pembentangan Merah Putih oleh pemuda dan warga desanya menjadi bentuk rasa syukur atas keberadaan Sungai Bengawan Solo yang selama ini menopang kehidupan masyarakat.

Terlebih bagi para petani.

“Sungai Bengawan Solo ini objek vital bagi petani dan penduduk setempat. Dengan adanya Bendung Gerak Babat, pengendalian debit air menjadi lebih teratur dan memudahkan warga serta petani,” ujarnya.

Keberadaan Bendung Gerak Babat membantu mengatur debit air untuk kebutuhan pertanian.

Saat musim kemarau, pengaturan tersebut membantu mengurangi risiko kekurangan air. Sebaliknya, ketika musim hujan dan debit sungai meningkat, pengendalian air juga dibutuhkan untuk mengurangi risiko genangan.

Bagi petani, kondisi tersebut memberikan kepastian lebih dalam menentukan masa tanam.

Artinya, sebuah bendung tidak hanya berbicara soal beton, pintu air, dan aliran sungai.

Di baliknya ada sawah, hasil panen, penghasilan keluarga, dan ketahanan pangan masyarakat.

Ketika Merah Putih Bertemu Bengawan Solo

Pembentangan bendera sepanjang 180 meter akhirnya menjadi lebih dari sekadar atraksi dalam rangkaian HUT ke-81 RI.

Merah Putih yang membentang di Bendung Gerak Babat seolah menyatukan dua simbol penting: semangat kemerdekaan dan sumber kehidupan masyarakat.

Puluhan warga yang ikut membentangkan bendera tidak hanya sedang merayakan usia kemerdekaan Indonesia.

Mereka juga sedang mengingatkan bahwa mengisi kemerdekaan dapat dilakukan dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Menjaga sungai.

Merawat bendungan.

Menjaga lingkungan.

Dan memastikan air tetap mengalir ke lahan-lahan pertanian.

Sebab bagi warga di sekitar Bengawan Solo, kemerdekaan juga berarti memiliki air yang cukup, sawah yang tetap produktif, dan pangan yang tersedia untuk hari ini hingga generasi mendatang. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles