Saturday, September 12, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Jebolan Piala Dunia U-17 Merapat ke Persela, Achmad Zidan Bawa Misi Besar Bersama Bima Sakti

LAMONGAN, RONGGOHADI – Persela Lamongan mendapatkan tambahan amunisi muda untuk menghadapi kompetisi Championship 2026/2027.

Bukan pemain muda sembarangan. Achmad Zidan Arrosyid, gelandang serang yang pernah membela Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17 2023, resmi didatangkan Persela dari PSS Sleman dengan status permanen.

Kehadiran pemain kelahiran 22 Oktober 2006 itu menjadi bagian dari upaya Laskar Joko Tingkir memperkuat skuad, sekaligus memenuhi slot pemain U-21 dalam regulasi kompetisi.

Namun, ada cerita menarik di balik kepindahan Zidan ke Lamongan.

Ia kembali bertemu dengan sosok yang cukup berpengaruh dalam perjalanan kariernya: Bima Sakti.

Dari Akademi PSS hingga Panggung Piala Dunia

Nama Achmad Zidan Arrosyid mulai mencuri perhatian sejak berada di akademi PSS Sleman.

Perkembangannya di level junior membuat Zidan kemudian mendapat kepercayaan dari Bima Sakti untuk memperkuat Timnas Indonesia U-16.

Bersama skuad Garuda Muda, Zidan ikut merasakan manisnya gelar AFF U-16 2022.

Perjalanan bersama tim nasional berlanjut setahun kemudian.

Zidan kembali masuk dalam skuad yang ditangani Bima Sakti untuk menghadapi Piala Dunia U-17 2023.

Pengalaman tampil di turnamen sepak bola kelompok usia paling bergengsi tersebut menjadi modal berharga bagi pemain yang kini berusia 19 tahun itu.

Setelah Piala Dunia U-17, Zidan juga sempat mendapatkan panggilan untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20.

Di level klub, perkembangan kariernya juga terus menanjak hingga mampu menembus skuad utama PSS Sleman sejak musim lalu.

Kini, perjalanan tersebut berlanjut di Lamongan.

Persela Jadi Pilihan karena Berani Mainkan Pemain Muda

Zidan mengaku senang bisa bergabung dengan Persela.

Salah satu alasan yang membuatnya tertarik menerima tawaran Laskar Joko Tingkir adalah keberanian klub memberikan ruang kepada pemain muda.

“Saya cukup senang dan semoga saya bisa membantu Persela untuk naik ke Liga 1 (Super League),” kata Zidan, Kamis (13/8/2026).

Menurut Zidan, kompetisi Championship musim ini juga menjadi kesempatan besar bagi pemain muda untuk menunjukkan kualitas.

Ia berharap kepercayaan tersebut bisa membawanya mendapatkan menit bermain lebih banyak.

“Di Liga 2 (Championship) ini, kesempatan buat pemain muda menunjukkan kualitasnya lebih tinggi tahun ini. Semoga saya bisa mendapatkan kesempatan bermain yang banyak.”

Pemain dengan tinggi badan 177 sentimeter itu pun tak ingin sekadar menjadi pelengkap skuad.

Ia datang dengan ambisi untuk bersaing mendapatkan tempat di tim utama.

Reuni dengan Bima Sakti

Kepindahan ke Persela juga menghadirkan satu cerita menarik bagi Zidan.

Ia kembali bekerja bersama Bima Sakti, pelatih yang sudah mengenalnya sejak level Timnas Indonesia U-16.

Reuni tersebut tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi Zidan karena Bima sudah mengetahui karakter dan perkembangan sang pemain sejak usia muda.

“Ya alhamdulillah bisa kembali dilatih Coach Bima. Dan semoga saya bisa membantu Coach Bima di Persela ini, dan saya akan semaksimal mungkin buat Persela,” ucapnya.

Namun, Zidan sadar kedekatan dengan sang pelatih bukan jaminan tempat di starting XI.

Persaingan di dalam skuad Persela tetap harus dimenangkan dengan kerja keras.

Tak Mau Hanya Jadi Pemain Muda

Pengalaman bermain bersama tim nasional dan tampil di Piala Dunia U-17 memang menjadi modal.

Tetapi bagi Zidan, semuanya harus dibuktikan kembali di lapangan.

Ia sadar harus bersaing dengan pemain-pemain yang lebih senior untuk mendapatkan kepercayaan tampil sejak menit pertama.

“Saya harus lebih kerja keras lagi di latihan, dan saya harus menunjukkan kepada pelatih bahwa saya ini layak untuk main di starter.”

Ada satu ambisi yang ingin dibuktikan Zidan: pemain muda juga mampu bersaing dengan pemain senior di level kompetisi profesional.

“Saya ingin membuktikan kalau pemain muda itu bisa bersaing bersama senior-senior dan bisa menunjukkan yang terbaik di liga nanti.”

Kini bola ada di kaki Zidan.

Pengalaman Piala Dunia, pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia, hingga kembali bertemu Bima Sakti telah menjadi bagian dari perjalanan masa lalunya.

Di Lamongan, ia akan memulai cerita baru.

Bukan lagi sekadar jebolan Piala Dunia U-17, tetapi pemain muda yang dituntut membuktikan diri dan ikut membantu Persela Lamongan mengejar tiket kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles