Sunday, September 6, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Jadi Alarm, SPPG Lamongan Diminta Jangan Main-main dengan SOP

LAMONGAN, RONGGOHADI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar perkara makanan sampai di meja makan siswa. Di balik seporsi menu yang dibagikan, ada rangkaian panjang yang harus benar-benar aman: bahan baku, proses memasak, kebersihan dapur, hingga makanan dikirim ke sekolah dan pesantren.

Peristiwa dugaan keracunan MBG yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, menjadi pengingat keras bagi daerah lain, termasuk Kabupaten Lamongan.

Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Lamongan meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak menganggap remeh standar operasional prosedur (SOP) dalam penyediaan makanan.

Ketua Satgas MBG Lamongan, M. Nalikan, menegaskan setiap tahapan penyediaan makanan harus diperiksa secara ketat. Menurutnya, kejadian di daerah lain harus menjadi bahan evaluasi agar tidak sampai terjadi di Lamongan.

“Kasus yang selalu berulang walau tidak terjadi di Lamongan, saya Ketua Satgas MBG Lamongan mengingatkan kepada seluruh SPPG di Kabupaten Lamongan untuk selalu menaati SOP dan menjaga kualitas MBG,” ujar Nalikan, Selasa (2/9/2026) pagi.

Ia meminta proses pengolahan makanan tidak dilakukan sekadarnya. Mulai dari bahan yang digunakan, proses memasak hingga pendistribusian harus melalui pengecekan berlapis.

“Mulai dari proses bahan, prosedur memasak, sampai pengiriman perlu dicek dan ricek,” tegasnya.

Jangan Sampai Seporsi MBG Berubah Jadi Petaka

Nalikan menilai keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG. Sebab, makanan yang disiapkan SPPG dikonsumsi oleh anak-anak dan santri yang menjadi penerima manfaat program.

Karena itu, kebersihan dapur dan lingkungan sekitar tempat pengolahan makanan menjadi bagian yang tidak boleh ditawar.

Menurut Nalikan, keberhasilan program MBG bukan hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan gizi penerima manfaat. Lebih jauh, makanan yang diberikan harus dipastikan aman, layak konsumsi, dan diproses melalui prosedur yang benar.

“Kebersihan dan lingkungan yang sehat perlu terus ditingkatkan. Pokoknya saya minta seluruh kepala SPPG untuk mawas diri dan memberikan makanan terbaik bagi anak bangsa,” katanya.

Satgas Minta Pengawasan Tak Kendor

Satgas MBG Lamongan pun meminta para kepala SPPG meningkatkan kewaspadaan terhadap seluruh rantai pengolahan makanan.

Pengecekan tidak cukup dilakukan hanya ketika makanan selesai dimasak. Pengawasan harus dimulai sejak bahan baku diterima hingga makanan sampai kepada penerima manfaat.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah terus berjalannya program MBG di berbagai sekolah dan pesantren di Kabupaten Lamongan.

Satgas MBG Lamongan menyatakan akan terus mengawal pelaksanaan program agar makanan yang disajikan kepada siswa dan santri tetap memenuhi standar keamanan dan kebersihan.

Bagi Lamongan, kasus dugaan keracunan di Sidoarjo menjadi alarm yang seharusnya tidak perlu menunggu berbunyi dua kali.

Satu hal yang ingin dipastikan: MBG harus bergizi, tetapi juga harus aman. Sebab, program yang bertujuan memperbaiki gizi anak bangsa tidak boleh menyisakan celah bagi risiko pencemaran pangan. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles