LAMONGAN, RONGGOHADI – Stadion Surajaya Lamongan mendapat kabar positif menjelang bergulirnya kompetisi Championship 2026/2027. Setelah menjalani risk assessment dari Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jawa Timur, stadion kebanggaan masyarakat Lamongan itu dinilai siap menjadi venue pertandingan sepak bola skala nasional.
Yang menarik, bukan hanya status “siap” yang menjadi sorotan. Nilai keamanan Stadion Surajaya justru mengalami peningkatan cukup signifikan, dari 79 pada penilaian sebelumnya menjadi 85,2 pada assessment terbaru.
Tim risk assessment Polda Jatim yang dipimpin AKBP Fatahul Azmi melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap berbagai fasilitas dan aspek keamanan stadion pada Rabu (2/9/2026).
Satu per satu fasilitas vital diperiksa. Mulai dari alat pemadam api ringan (APAR), hydrant, ruang kesehatan, jalur evakuasi, CCTV, alarm, hingga sejumlah fasilitas pendukung pertandingan.
Tak berhenti di situ, tim juga mengecek ruang ganti pemain, kesiapan genset, tandon air, toilet, hingga berbagai prosedur operasional yang berkaitan dengan penggunaan fasilitas stadion.
AKBP Fatahul Azmi mengatakan, risk assessment dilakukan sebagai bagian dari upaya memetakan sekaligus memitigasi potensi kerawanan selama pertandingan berlangsung.
“Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan stadion benar-benar siap digunakan, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi risiko keamanan selama kompetisi berlangsung,” kata Azmi.
Masih Ada Catatan, Tapi Bukan Penghalang
Hasil pemeriksaan menunjukkan secara umum Stadion Surajaya berada dalam kondisi siap digunakan untuk kompetisi.
Meski demikian, tim masih menemukan sejumlah catatan evaluasi berskala kecil yang perlu segera diperhatikan. Salah satunya berkaitan dengan penanda jalur evakuasi di area stadion.
Azmi menegaskan, secara keseluruhan berbagai komponen pendukung pertandingan telah tersedia dan dinilai siap.
“Setelah kami melakukan pengecekan, stadion ini sudah siap untuk melaksanakan kompetisi. Baik dari infrastrukturnya, kesiapan-kesiapan pendukung yang lain termasuk kesehatan, pemadam kebakaran, terus steward, dan lain sebagainya sudah siap,” ujarnya.
Kesiapan tersebut juga mencakup aspek administrasi serta Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan fasilitas yang berada di Stadion Surajaya.
Artinya, stadion tidak hanya dituntut siap secara fisik, tetapi juga harus memiliki sistem pengamanan dan prosedur yang jelas ketika ribuan penonton nantinya memenuhi tribun.
Dari Nilai 79 Menjadi 85,2
Peningkatan skor menjadi salah satu kabar yang paling menggembirakan bagi Persela Lamongan.
Ketua Panitia Pertandingan Persela, Mahfud Syafi’i, menyebut hasil risk assessment terbaru menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan musim sebelumnya.
“Risk Assessment tahun lalu Stadion Surajaya memperoleh nilai 79, hasil risk assessment terbaru menunjukkan nilai 85,2,” kata Mahfud.
Kenaikan tersebut menjadi modal penting bagi Persela yang tengah bersiap menghadapi kompetisi Championship 2026/2027.
Apalagi, Stadion Surajaya diproyeksikan kembali menjadi panggung bagi Laskar Joko Tingkir untuk menjamu lawan-lawannya di kompetisi resmi.
Dengan meningkatnya skor keamanan, pekerjaan berikutnya tinggal memastikan catatan-catatan yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti.
Sebab ketika kompetisi dimulai, Stadion Surajaya bukan hanya menjadi tempat pertandingan berlangsung. Stadion ini akan menjadi rumah bagi pemain, suporter, perangkat pertandingan, hingga ribuan masyarakat yang datang menyaksikan Persela berjuang.
Dan kali ini, rumah tersebut datang dengan satu angka yang lebih tinggi: 85,2. (rm)



