LAMONGAN, RONGGOHADI – Perburuan cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru mulai menyentuh Kabupaten Lamongan. Sebanyak 16 kecamatan dan sekitar 234 desa masuk dalam rencana survei seismik 2D Lamongan-Tuban-Bojonegoro atau Lamturo yang dilakukan untuk membaca potensi migas di bawah permukaan bumi.
Survei ini menjadi langkah awal sebelum eksplorasi migas masuk ke tahapan yang lebih jauh. Data dari bawah tanah Lamongan akan dipetakan untuk melihat seperti apa struktur batuan dan seberapa besar indikasi keberadaan cadangan minyak maupun gas bumi.
Analis Senior Departemen Operasi SKK Migas Jabanusa, Misbachul Munir, mengatakan survei seismik merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian eksplorasi migas.
“Eksplorasi itu merupakan kegiatan fase awal. Sekuensnya dimulai dari seismik, kemudian pengolahan data, pengeboran, hingga produksi. Artinya, tahapan seismik menjadi salah satu kunci untuk menentukan tahapan berikutnya,” kata Misbachul saat sosialisasi Survei Seismik 2D Lamturo di Command Center Pemkab Lamongan, Kamis (3/9/2026).
234 Desa Masuk Peta Survei
Survei seismik 2D Lamturo dijadwalkan berlangsung mulai Agustus 2026 hingga Januari 2027. Selain Lamongan, kegiatan tersebut juga mencakup dua kecamatan di Kabupaten Tuban dan 16 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.
Pelaksanaannya dilakukan oleh PT BGP Indonesia.
Secara sederhana, survei seismik bekerja dengan merekam gelombang pantulan dari lapisan batuan yang berada jauh di bawah permukaan. Rekaman tersebut kemudian diolah menjadi data yang dapat memberikan gambaran struktur geologi bawah tanah.
Dari sanalah potensi migas dapat dipetakan dengan lebih jelas.
Namun, survei seismik belum berarti kegiatan pengeboran langsung dilakukan. Data hasil survei harus melalui proses pengolahan dan analisis terlebih dahulu sebelum menentukan apakah wilayah tertentu layak dilanjutkan ke tahap eksplorasi berikutnya.
Misbachul menjelaskan pekerjaan di lapangan juga memiliki sejumlah tahapan. Kegiatan dimulai dari perizinan dan sosialisasi, kemudian penyiapan lintasan, pendataan awal, drilling dan preloading, recording, hingga pendataan akhir.
Setelah seluruh pekerjaan selesai, proses dilanjutkan dengan pembayaran kompensasi serta pembersihan dan reklamasi lintasan yang digunakan selama survei.
Pemkab Lamongan Buka Pintu untuk Eksplorasi Migas
Rencana eksplorasi tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lamongan.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menilai pencarian cadangan migas baru penting dilakukan di tengah kebutuhan energi yang terus berkembang.
Menurutnya, eksplorasi bukan hanya berkaitan dengan menjaga pasokan energi, tetapi juga membuka peluang agar sumber daya alam yang dimiliki daerah dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Eksplorasi migas menjadi harapan bagi kita semua, agar ketersediaan migas bisa memenuhi kebutuhan migas. Selain itu juga bisa menjadi sumber pendapatan daerah yang berasal dari sumber daya yang kita miliki bisa kita eksplorasi untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” tutur Yuhronur.
Bupati memastikan Pemkab Lamongan siap membantu kelancaran kegiatan, khususnya dalam hal sosialisasi dan koordinasi dengan masyarakat yang wilayahnya menjadi sasaran survei.
“Kami Pemkab Lamongan membuka pintu seluas-luasnya dan akan support apa yang bisa kita lakukan. Salah satunya sosialisasi kepada masyarakat, memberikan bantuan sehingga kegiatan bisa berjalan lancar dan tercapai sesuai dengan tujuan,” tegasnya.
Bagi Lamongan, survei Lamturo menjadi semacam langkah untuk “membuka peta” kekayaan yang selama ini tersembunyi di bawah tanah.
Belum ada kepastian apakah survei tersebut nantinya akan menemukan cadangan migas komersial. Namun jika data seismik menunjukkan indikasi yang menjanjikan, pintu menuju tahapan eksplorasi berikutnya akan semakin terbuka.
Kini, 234 desa di Lamongan berada dalam radar survei. Dari permukaan mungkin yang terlihat hanya aktivitas survei dan lintasan kerja. Namun jauh di bawahnya, SKK Migas sedang mencari jawaban atas satu pertanyaan besar: masih adakah cadangan migas baru yang tersimpan di bumi Lamongan? (rm)



