Saturday, September 12, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

137 Madrasah dari 19 Provinsi Berkumpul di Lamongan, Extranas ke-8 Resmi Dibuka

LAMONGAN, RONGGOHADI – Sebanyak 137 lembaga Madrasah Aliyah (MA) Plus Keterampilan dan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN) dari 19 provinsi berkumpul di Lamongan. Mereka ambil bagian dalam Expo, Rapat Kerja Nasional (Rakernas), dan Lomba Nasional MA Plus Keterampilan dan MAKN se-Indonesia atau Extranas ke-8 Tahun 2026.

Kegiatan nasional tersebut resmi dibuka di GOR Lamongan, Jumat (11/9/2026).

Bukan sekadar kompetisi, Extranas menjadi ruang untuk memperlihatkan kemampuan siswa madrasah di berbagai bidang keterampilan sekaligus menjadi ajang bertukar pengalaman antarmadrasah dari berbagai daerah.

Ketua Panitia Extranas ke-8 sekaligus Kepala MAN 1 Lamongan, Nur Endah Mahmudah, mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi amanah besar bagi seluruh panitia.

“Ini adalah amanah yang luar biasa bagi saya dengan ditugasi untuk menyukseskan Extranas. Alhamdulillah, kesuksesan ini tentunya bukan dari saya, tetapi dari tim yang luar biasa mendukung, dari pemerintah daerah, kementerian, dan teman-teman saya yang luar biasa,” kata Nur Endah.

Dari Tata Busana hingga Elektro

Extranas ke-8 tidak hanya menghadirkan perlombaan yang berlangsung secara langsung. Sejumlah kompetisi juga dilaksanakan secara daring dengan melibatkan guru, siswa, serta lembaga MA Plus Keterampilan dan MAKN.

Untuk kategori guru, salah satu kompetisi yang digelar adalah lomba inovasi guru.

Sementara bagi siswa, perlombaan disesuaikan dengan bidang keterampilan yang menjadi keunggulan masing-masing madrasah. Beberapa di antaranya mencakup tata busana, elektro dan tata boga.

Ada pula lomba video profil yang memberikan kesempatan kepada setiap madrasah untuk memperkenalkan program unggulan mereka kepada peserta dari berbagai daerah.

Keragaman kompetisi tersebut membuat Extranas tidak hanya menjadi panggung untuk mengukur kemampuan siswa, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan praktik dan keunggulan masing-masing madrasah.

Membekali Siswa agar Siap Menghadapi Kehidupan

Nur Endah berharap Extranas tidak berhenti sebagai agenda perlombaan tahunan. Lebih jauh, kegiatan tersebut harus kembali pada tujuan utama pendidikan MA Plus Keterampilan, yakni membekali siswa dengan kemampuan yang dapat digunakan setelah mereka menyelesaikan pendidikan.

“Harapannya ke depan anak-anak kami yang di MA Plus Keterampilan betul-betul menjadi anak-anak yang siap dalam hidup, karena dibekali life skill dan hard skill,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan yang diperoleh siswa di madrasah diharapkan tidak hanya menjadi kemampuan tambahan, tetapi menjadi bekal nyata untuk menghadapi kehidupan setelah lulus.

Lamongan Dapat Efek Berganda

Bagi Pemerintah Kabupaten Lamongan, menjadi tuan rumah Extranas ke-8 merupakan kehormatan sekaligus peluang untuk memperkenalkan daerah kepada peserta dari berbagai penjuru Indonesia.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi kepercayaan tersebut.

“Terima kasih karena Lamongan dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan nasional ini,” ujar Bupati.

Menurut Yuhronur, interaksi peserta dari 19 provinsi dapat memberikan manfaat lebih luas daripada sekadar kompetisi. Pertemuan antarmadrasah membuka ruang pertukaran pengalaman dan pengetahuan.

“Dengan kegiatan ini kami yakin akan memberikan dampak atau multiplier effect yang baik bagi Kabupaten Lamongan, khususnya dalam interaksi sosial. Tentu nanti ada sharing knowledge, saling tukar pengalaman dan banyak hal lagi,” katanya.

Efek berganda juga diperkirakan menyentuh sektor ekonomi lokal. Kehadiran peserta dan pendamping dari berbagai daerah selama kegiatan berlangsung berpotensi meningkatkan aktivitas usaha, mulai dari penginapan, toko hingga kuliner.

19 Provinsi, 137 Madrasah

Peserta Extranas ke-8 datang dari berbagai wilayah Indonesia. Beberapa di antaranya berasal dari Bali, Gorontalo, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Secara keseluruhan, kegiatan nasional tersebut melibatkan 137 lembaga MA Plus Keterampilan negeri maupun swasta dari 19 provinsi.

Selama pelaksanaan Extranas, Lamongan bukan hanya menjadi tempat bertanding. Kabupaten ini menjadi ruang pertemuan bagi madrasah dari berbagai daerah untuk memperlihatkan karya, bertukar pengalaman dan menunjukkan bahwa pendidikan madrasah juga memiliki jalur kuat dalam pengembangan keterampilan. Pada akhirnya, panggung Extranas ke-8 bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih penting, bagaimana keterampilan yang dipelajari di madrasah benar-benar menjadi bekal siswa untuk berdiri lebih siap menghadapi kehidupan setelah mengenakan seragam sekolah mereka. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles