Thursday, June 11, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Luapan Bengawan Solo Kembali Rendam Lamongan: 26 Rumah Warga Tergenang, Waspada Ancaman Banjir Susulan

Ronggohadi, Lamongan – Hujan deras yang tak kunjung reda selama beberapa hari terakhir, ditambah kiriman debit air besar dari hulu Bengawan Solo, kembali menguji ketahanan warga Lamongan. Sedikitnya 26 rumah warga di empat kecamatan terendam, dengan genangan air juga menutup akses jalan lingkungan dan merendam fasilitas umum.

Kondisi ini mempertegas satu hal bahwa banjir Bengawan Solo belum selesai menjadi cerita tahunan bagi Lamongan.

Menurut laporan resmi dari BPBD Lamongan, hingga Rabu (21/5/2025), banjir telah melanda lima desa dan kelurahan di empat kecamatan:

- Kelurahan Banaran dan Kelurahan Babat, Kecamatan Babat

- Desa Plangwot, Kecamatan Laren

- Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng

- Desa Jatirenggo, Kecamatan Glagah

Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 20 sentimeter, cukup untuk membuat aktivitas warga lumpuh dan memicu kekhawatiran akan banjir susulan.

“Debit air Bengawan Solo naik akibat curah hujan tinggi dan kiriman air dari wilayah hulu. Ini bukan semata hujan lokal,” jelas Gunawan, Sekretaris BPBD Lamongan.

Di Desa Plangwot, air merendam 8 rumah dan 1 fasilitas umum. Desa Mertani juga terkena imbas dengan 2 rumah dan 1 fasilitas umum terendam. Sementara di Jatirenggo, air menggenangi jalan sepanjang 1.500 meter dan merendam 8 rumah. Di Kelurahan Banaran, genangan air memanjang hingga 200 meter, masuk ke rumah warga dan menutup akses vital warga setempat.
Upaya Pemerintah: Drainase Diperbaiki, Kali Dinormalisasi

Faris, Lurah Babat, menyebutkan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Koordinasi intens telah dilakukan dengan Camat Babat, Dinas Lingkungan Hidup, dan PU Sumber Daya Air (PU SDA). Salah satu langkah konkret adalah normalisasi Kali Konang sisi timur serta pembangunan saluran air baru di kawasan Jalan Olahraga.

“Kami sedang memperkuat infrastruktur drainase agar banjir tak makin luas. Tapi kami juga minta warga tetap waspada karena hujan bisa datang sewaktu-waktu,” ujarnya.1

BPBD Lamongan menegaskan bahwa pemantauan terus dilakukan selama 24 jam, terutama di daerah-daerah rendah yang rawan banjir. Pemerintah Kabupaten Lamongan juga mengimbau masyarakat untuk:

- Tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air

- Segera melapor bila melihat tanda-tanda luapan air

- Menyiapkan langkah evakuasi darurat bila diperlukan. (rm)
  1. sumber: jatim.viva.co.id ↩︎

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles