RONGGOHADI, LAMONGAN – Setelah lima hari menyita perhatian publik, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menyelesaikan seluruh rangkaian pemeriksaan di Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jumat (11/7/2025). Rombongan KPK terpantau meninggalkan lokasi sekitar pukul 14.45 WIB, menandai berakhirnya operasi senyap mereka di Lamongan.
Sejak Senin (7/7), gedung tujuh lantai milik Pemkab Lamongan disulap menjadi pusat penggalian informasi oleh KPK. Selama periode itu, sebanyak 29 orang saksi telah diperiksa, mulai dari pejabat aktif Pemkab hingga pihak swasta yang disebut terlibat dalam proyek pembangunan gedung pemerintahan tahun anggaran 2017–2019.
Sekretaris Daerah Lamongan, Mohammad Nalikan, membenarkan kehadiran tim KPK di lingkungan kerjanya selama sepekan terakhir. Menurutnya, kehadiran KPK sesuai surat permintaan penggunaan ruangan pemeriksaan yang difasilitasi pihak pemkab.
“KPK sudah selesai menjalankan pemeriksaan. Mereka minta ruangan dengan 15 meja dan kursi, kami fasilitasi penuh,” ujarnya.
Menariknya, Nalikan menyebut tidak mengetahui detail materi pemeriksaan maupun daftar pasti ASN yang dipanggil. Sebab, undangan KPK bersifat pribadi dan langsung kepada masing-masing individu.
“Yang diperiksa tak hanya dari ASN, tapi juga dari pihak swasta. Jadi kami tidak tahu persis jumlah maupun siapa saja yang dipanggil,” jelasnya.
Meski kehadiran KPK menjadi sorotan dan menimbulkan spekulasi luas di masyarakat, Nalikan memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal. Satu-satunya pembatasan hanyalah akses ke lantai atas, sesuai permintaan KPK untuk menjamin kenyamanan proses penyidikan.
“Tidak ada gangguan berarti. Aktivitas pelayanan tetap berjalan, hanya akses ke atas yang dibatasi sementara waktu,” tandasnya. (rm)



