Thursday, April 16, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Lamongan Resmi Luncurkan 474 Koperasi Merah Putih Desa dan Kelurahan, Mesin Baru Penggerak Ekonomi Rakyat!

RONGGOHADI, LAMONGAN — Sebuah tonggak sejarah baru kembali tercipta di Kabupaten Lamongan. Sebanyak 474 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) resmi diluncurkan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Jumat (25/7/2025), dalam sebuah seremoni megah yang digelar di jantung kota: Alun-Alun Lamongan.

Peluncuran ini bukan sekadar seremoni biasa. Di balik penyerahan badan hukum dan SK operasional KDMP, tersimpan harapan besar: menggerakkan ekonomi lokal dari desa untuk Indonesia. Dengan visi membangun dari pinggiran, Bupati Yuhronur menegaskan bahwa KDMP hadir sebagai strategi jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa, membuka lapangan kerja, serta menggali potensi lokal secara masif dan berkelanjutan.

“Hari ini, 474 Koperasi Merah Putih resmi kita luncurkan di Lamongan. Ini adalah bagian dari ikhtiar besar kita untuk membangun ekonomi dari bawah, dari desa,” tegas Bupati.

Tak hanya berorientasi pada simpan pinjam, KDMP juga bergerak dinamis di sektor perdagangan, pertanian, kelautan, hingga jasa. Bahkan, koperasi seperti KDMP Kelurahan Sidoharjo sudah mulai menjalankan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Dari data Dinas Koperasi dan UMKM Lamongan, komposisi sektor KDMP terbagi sebagai berikut:

  • 221 unit bergerak di perdagangan
  • 187 unit di pertanian
  • 44 unit di perikanan dan kelautan
  • 22 unit di jasa lingkungan dan sosial

Sementara itu, KDMP Desa Kramat, Kecamatan Lamongan, sudah lebih dulu beroperasi aktif di bidang pertanian. Total 112 unit telah memiliki kantor operasional sendiri, 337 unit telah mengantongi NPWP, dan 23 unit bahkan sudah punya nomor induk berusaha (NIB)—sebuah bukti kesiapan dan profesionalisme koperasi-koperasi ini menuju panggung besar ekonomi lokal.

“Kami tidak akan melepas begitu saja. Pemkab Lamongan bersama Dinas Koperasi dan UMKM akan terus melakukan pendampingan intensif untuk seluruh KDMP serta 1.840 koperasi lain yang sudah ada,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lamongan, Etik Sulistyani.

Yang menarik, kehadiran KDMP tak dimaksudkan untuk menjadi kompetitor koperasi lama, melainkan sebagai motor penggerak baru yang bersinergi dan saling menguatkan. Dengan pendekatan inklusif dan berbasis potensi lokal, KDMP diyakini mampu mempercepat transformasi desa menjadi pusat ekonomi produktif.(rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles