RONGGOHADI, LAMONGAN – Kehadiran Bus Trans Jatim Koridor VII Lamongan–Paciran semakin dekat. Armada transportasi modern yang digadang-gadang menjadi solusi mobilitas masyarakat pesisir utara Lamongan ini rencananya akan resmi beroperasi Oktober 2025.
Namun, jelang peresmian, ada sedikit perubahan. Rute awal Trans Jatim harus dialihkan sementara ke jalur jalan nasional karena adanya proyek perbaikan jalan di ruas Mastrip, Desa Made – Plembon, Sukodadi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan, Dianto Hari Wibowo, menjelaskan, rute semula dirancang dari Terminal Lamongan – Jalan Mastrip – Plembon – Sumlaran – Banjarwati – hingga Paciran.
Namun, untuk sementara waktu, bus akan langsung melintas ke barat dari Terminal Lamongan menuju Sumlaran, Sukodadi – Banjarwati – Paciran melalui jalan nasional.
“Benar, pengalihan rute ini dilakukan karena ada pengerjaan jalan. Tapi sifatnya hanya sementara,” ungkap Dianto, Senin (18/8/2025).
Dianto menegaskan, pengalihan rute sudah dikomunikasikan dengan sopir MPU (Mobil Penumpang Umum) Lamongan–Babat dan perwakilan bus lokal. Hasilnya, tidak ada masalah berarti.
Syarat utamanya, selama melewati jalan nasional, bus Trans Jatim tidak diperbolehkan menaikkan atau menurunkan penumpang untuk menjaga keadilan dengan angkutan lain.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan, Andhy Kurniawan, memastikan proyek pengecoran ruas jalan Mastrip–Plembon akan dimulai awal September dan ditargetkan selesai awal Desember 2025.
Dengan demikian, setelah perbaikan jalan rampung, rute Trans Jatim akan kembali sesuai jalur awal yang telah direncanakan.
Meski target operasional tetap Oktober, Dishub Lamongan masih menunggu jadwal pasti launching resmi Bus Trans Jatim Koridor VII.
“Tanggal pastinya belum diputuskan. Bisa awal atau akhir Oktober, kita masih menunggu konfirmasi. Yang jelas, Oktober sudah jalan,” jelas Dianto.(rm)



