Thursday, April 16, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Horor Mutilasi Lamongan: Pacar Sendiri Jadi Pelaku, Jasad Terpotong 65 Bagian

Ronggohadi, Mojokerto – Kasus mutilasi sadis di Mojokerto akhirnya terungkap. Korban adalah seorang wanita muda asal Lamongan berinisial TAS (25) yang jasadnya ditemukan dalam kondisi terpotong 65 bagian. Fakta yang lebih mengejutkan, pelaku ternyata bukan orang asing, melainkan pacar korban sendiri, AM (24), yang sudah menjalin asmara dengannya selama lima tahun sejak kuliah di Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Pelaku ditangkap jajaran Polres Mojokerto di sebuah kamar kos wilayah Lakarsantri, Surabaya, Minggu (7/9/2025) dini hari. Saat diamankan, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti mengerikan: pisau dapur, pisau daging, hingga palu yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa dan memutilasi tubuh korban.

“Pelaku kita tangkap seorang diri di kamar kos. Motif masih kita dalami, sementara pelaku sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Fauzy Pratama.

Kronologi Penemuan Potongan Tubuh TAS

Kasus ini bermula dari penemuan potongan kaki manusia di tepi jurang kawasan Jalan Raya Cangar-Pacet, Mojokerto, Sabtu (6/9/2025). Potongan itu ditemukan Suliswanto (30), warga setempat, yang sedang mencari rumput untuk pakan ternak.

Awalnya ia mengira temuan sebelumnya—sepotong daging kecil dengan rambut—hanya sisa hewan. Namun kali ini, bentuk potongan kaki berukuran sekitar 22 cm jelas menunjukkan itu milik manusia. Penemuan tersebut segera dilaporkan ke polisi.

Tak berhenti di situ, tim K9 Polres Mojokerto bergerak cepat melakukan penyisiran. Hasilnya, 65 potongan tubuh manusia ditemukan, terdiri dari 63 jaringan otot, lemak, kulit kepala, hingga potongan kaki dan tangan. Identitas korban akhirnya dipastikan sebagai TAS, warga Desa Made, Lamongan.

Korban Gadis Lamongan, Anak Pedagang Sempol

Korban TAS dikenal sebagai anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya, R, masih duduk di bangku SMA, sementara kedua orang tuanya berprofesi sebagai pedagang sempol di Lamongan. Kehidupan sederhana keluarga ini seakan hancur usai kabar tragis tentang anak sulung mereka mencuat.

Motif pelaku AM hingga tega melakukan pembunuhan disertai mutilasi masih terus diselidiki penyidik. Namun fakta bahwa pelaku dan korban tinggal satu kos di Surabaya menambah teka-teki yang membuat publik semakin geger.

Gelombang Reaksi Warga

Kasus mutilasi ini sontak menjadi perbincangan panas di Lamongan, Mojokerto, hingga Surabaya. Warga menyebut tragedi ini sebagai salah satu kasus paling sadis dalam sejarah kriminal di Jawa Timur.

“Korban ini generasi muda, masih punya masa depan. Sangat tragis dibunuh pacarnya sendiri,” ucap salah satu warga Mojokerto yang ikut menyaksikan proses evakuasi potongan tubuh korban.

Kini, polisi tengah mendalami motif sebenarnya. Yang pasti, tragedi ini menyisakan luka mendalam—sekaligus peringatan bahwa kasus pembunuhan sadis disertai mutilasi bisa terjadi di sekitar kita, bahkan dilakukan orang terdekat. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles