RONGGOHADI, LAMONGAN—Suasana khidmat acara yasinan dan tahlil di Dusun Gowah, Desa Pomahanjanggan, Kecamatan Turi, mendadak berubah menjadi tragedi kelam. Acara yang digelar pada Selasa malam (16/12/2025) untuk mendoakan almarhum suami tuan rumah berinisial N, kini menyisakan duka mendalam setelah puluhan warga diduga mengalami keracunan makanan massal.
Apa yang seharusnya menjadi “berkat” bagi keluarga di rumah, justru berubah menjadi petaka. Hingga Jumat (19/12/2025), tercatat puluhan warga merasakan gejala serupa: perut melilit, kepala pusing hebat, hingga muntah-muntah tak henti.
Data Korban: Satu Nyawa Melayang, Belasan Masih Berjuang
Tragedi ini merenggut nyawa seorang warga bernama Mahmudah (52). Selain itu, sebaran korban yang membutuhkan perawatan intensif cukup luas, menunjukkan masifnya dampak dari hidangan tersebut:
- Meninggal Dunia: 1 Orang (Mahmudah).
- Rawat Inap: 12 Orang (Tersebar di RSUD dr. Soegiri, RS Muhammadiyah Lamongan, Puskesmas Turi, Sukodadi, hingga klinik swasta).
- Rawat Jalan: 19 Orang.
“Rabu siang saya mulai mual dan muntah, tahu-tahu sudah tidak sadar dan bangun di Puskesmas Turi,” ungkap salah satu korban yang menyantap nasi berkat tersebut.
Menu yang Dicurigai: Dari Lontong Lodeh Hingga Ayam Gule
Acara tersebut dihadiri sekitar 200 orang. Berdasarkan kronologi, tamu undangan disuguhi berbagai hidangan di tempat sebelum akhirnya membawa pulang “nasi berkat”. Inilah daftar hidangan yang kini tengah dalam observasi medis:
- Suguhan di Lokasi: Lontong lodeh, tahu tempe, mi kuning & putih, sayur pepaya, lauk ayam, serta aneka gorengan dan buah.
- Isi Nasi Berkat: Nasi putih, mi, ayam gule, kue apem, dan pisang.
Hidangan utama tersebut diketahui dimasak oleh salah satu warga setempat berinisial M. Petugas medis menduga bakteri atau zat berbahaya dalam proses pengolahan makanan menjadi pemicu utama gejala keracunan ini.
Polisi Bergerak: Penyelidikan Intensif dan Cek TKP
Polres Lamongan tidak tinggal diam. Tim penyidik telah turun ke lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti sisa makanan dan memeriksa saksi-saksi kunci.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, mengonfirmasi bahwa kasus ini menjadi prioritas penyelidikan.
“Kami masih melakukan penyelidikan dengan cek TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. Perkembangan hasilnya akan segera kami sampaikan,” tegas Hamzaid, Jumat (19/12/2025).
Warga kini dihimbau untuk lebih waspada dan segera melapor jika masih ada anggota keluarga yang merasakan gejala serupa, agar mendapatkan penanganan medis secepat mungkin. (rm)


