RONGGOHADI, LAMONGAN — Suasana sore di jalanan protokol Lamongan mendadak berubah jadi “festival kuliner” dadakan. Wangi kolak dan gurihnya gorengan mulai tercium di mana-mana. Kabar gembiranya, Satpol PP Lamongan resmi memberikan kelonggaran alias dispensasi bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) takjil untuk mengais rezeki selama bulan suci Ramadan 1447 H.
Ini adalah angin segar bagi ekonomi kerakyatan, di mana para pedagang musiman bisa menjajakan menu buka puasa mereka dengan tenang. Namun, jangan salah sangka, kebebasan ini bukan berarti tanpa aturan main, ya!
Golden Hour: Jatah 3 Jam untuk Melapak
Sesuai arahan dari Mako Satpol PP, para pedagang diberi waktu khusus yang sangat terbatas namun strategis.
Aturan Main PKL Takjil Lamongan:
| Ketentuan | Detail Aturan |
| Waktu Berjualan | Pukul 15.00 WIB – 18.00 WIB (Sore hari) |
| Lokasi Wajib | Di atas Trotoar (Bukan bahu jalan) |
| Kewajiban Pasca Jualan | Area harus bersih & meja/gerobak wajib dibawa pulang |
| Target Utama | Menjaga kelancaran arus lalu lintas jalan protokol |
Pesan Manis Satpol PP: Jualan Boleh, Kotor Jangan!
Sekretaris Satpol PP Lamongan, Ermawan Ristanto, mengingatkan bahwa kelonggaran ini diberikan atas dasar empati dan dukungan ekonomi. Namun, ia meminta kerja sama para pedagang agar estetika kota tetap terjaga.
“Kami ingatkan kepada para pedagang takjil agar tetap menjaga kebersihan lingkungan. Setelah berjualan, tidak boleh ada meja atau gerobak yang ditinggal di trotoar apalagi bahu jalan. Semua harus bersih kembali,” tegas Ermawan.
Poin penting lainnya adalah soal lokasi. Satpol PP meminta pedagang “naik” ke trotoar. Kenapa? Biar para pemburu takjil yang pakai motor atau mobil nggak bikin macet jalanan karena pedagang yang terlalu menjorok ke jalan raya.
Langkah Satpol PP Lamongan ini patut diacungi jempol. Dengan memberikan dispensasi waktu, pemerintah mendukung perputaran uang di masyarakat kecil tanpa mengorbankan ketertiban umum. Trotoar menjadi solusi jalan tengah: pedagang bisa jualan, pembeli nyaman, dan kendaraan tetap bisa melaju lancar.
Kunci suksesnya cuma satu: Kesadaran! Kalau pedagang tertib dan pembeli juga parkirnya nggak sembarangan, Ramadan di Lamongan bakal jadi momen yang paling manis buat semua orang. (rm)



