Thursday, April 16, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

SEGO BORAN GO NATIONAL!  Bukan Cuma Enak, Kuliner Legendaris Lamongan Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia: Ikon Baru Wisata Dunia?

RONGGOHADI, LAMONGAN — Siapa yang bisa tahan dengan godaan seporsi nasi hangat, disiram bumbu merah yang membara, lengkap dengan iwak sili dan renyahnya rempeyek? Yup, Sego Boran! Kuliner yang selama ini jadi “nyawa” di tiap sudut jalanan Lamongan, kini resmi naik kelas.

Bukan lagi sekadar pengganjal perut di trotoar, Sego Boran telah dipinang negara sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2025. Sertifikat pengakuan ini diserahkan langsung oleh Ibu Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, di Malang, Minggu (22/2/2026).

Ini bukan cuma soal sertifikat, Lur! Ini adalah pengakuan bahwa cara meracik bumbu, sejarah di balik bakul bambu (Boran), hingga cara penyajiannya adalah sebuah maha karya seni budaya.

 Masuk Kategori Elite: Kemahiran & Kerajinan Tradisional

Sego Boran tidak sembarangan masuk kategori. Kementerian Kebudayaan RI menetapkannya dalam kategori Kemahiran dan Kerajinan Tradisional. Artinya, negara mengakui ada filosofi dan keahlian khusus yang diwariskan turun-temurun oleh para perempuan hebat penjual Sego Boran di Lamongan.

Daftar “Koleksi” Warisan Budaya Dunia milik Lamongan:

Warisan BudayaKategoriStatus
Sego BoranKuliner/Kemahiran TradisionalTerbaru (2025/2026)
Jaran JenggoSeni PertunjukanTerdaftar
KentrungTradisi LisanTerdaftar
Mendhak SanggringAdat IstiadatTerdaftar
Perahu Ijon-IjonKemahiran TradisionalTerdaftar

 Bukan Sekadar Simbol, Tapi Peluang Cuan Kreatif!

Mas Dirham—sapaan akrab Wakil Bupati Lamongan—menegaskan bahwa momen ini harus jadi batu loncatan. Sego Boran harus jadi “magnet” wisatawan yang ingin merasakan sensasi kuliner otentik yang sudah diakui negara.

 “Apa yang diraih Lamongan ini bukan sekadar simbol kebanggaan di atas kertas. Ini momentum untuk memperkuat promosi ekonomi kreatif. Kita ingin Sego Boran memberi nilai tambah nyata bagi kesejahteraan masyarakat kita,” ujar Mas Dirham dengan penuh optimisme, Senin (23/2/2026).

 Apresiasi untuk Para “Penjaga Sejarah”

Tak hanya soal makanan, dalam acara yang sama, para Juru Pelihara (Jupel) Cagar Budaya juga mendapat “kado” manis. Tunjangan kehormatan sebesar Rp1.500.000 diberikan sebagai tanda cinta negara atas dedikasi mereka merawat situs-situs bersejarah di Lamongan. Karena tanpa mereka, identitas asli kita bisa terkikis zaman.

Dengan stempel WBTb, Sego Boran punya “paspor” untuk dipromosikan lebih luas, bahkan ke mancanegara. Bayangkan festival kuliner di London atau Tokyo yang menyajikan Sego Boran sebagai Cultural Masterpiece dari Lamongan. Tugas kita sekarang adalah menjaga kualitas rasa dan kebersihan, agar setiap orang yang datang ke Lamongan bisa pulang membawa cerita lezat tentang warisan budaya yang tak lekang oleh waktu. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles