RONGGOHADI, LAMONGAN — Jika Anda mencari di mana detak jantung spiritual Bumi Wali berdenyut paling kencang selama Ramadan 1447 Hijriah ini, jawabannya hanya satu: Masjid Agung Lamongan (MAL). Masjid ikonik ini tak hanya berdiri megah secara arsitektur, tapi kini benar-benar “hidup” menjadi pusat syiar yang menghadirkan getaran iman luar biasa bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di sana.
Pengurus Takmir Masjid Agung Lamongan, H. Muhammad Yunani, mengungkapkan bahwa Ramadan tahun ini dirancang sebagai “Maraton Ibadah” yang memanjakan jamaah, baik secara spiritual maupun sosial.
The Power of Sedekah: 1,300 Porsi Senyuman Setiap Hari
Salah satu magnet paling luar biasa di MAL adalah tradisi berbukanya. Bayangkan, setiap hari takmir membagikan lebih dari 1,300 porsi nasi dan makanan ringan secara cuma-cuma!
“Seluruh hidangan ini murni dari sedekah jamaah yang kita putar kembali untuk masyarakat. Ini adalah bukti nyata kebersamaan warga Lamongan. Siapa pun boleh datang, duduk bersama, dan merasakan nikmatnya berbuka di rumah Allah,” ujar H. Muhammad Yunani.
Menu Langit: Jadwal Ibadah Tanpa Jeda
Bagi Anda yang ingin “gas pol” mengejar pahala yang dilipatgandakan, Masjid Agung Lamongan sudah menyiapkan rangkaian jadwal yang sangat padat namun menyejukkan:
Agenda Rutin & Spesial Ramadan di Masjid Agung Lamongan:
| Waktu | Kegiatan Utama | Detail Aktivitas |
| Ba’da Subuh | Pengajian Pagi | Disampaikan oleh para Mu’alim Masjid. |
| Jelang Maghrib | Pengajian Sore | Menunggu waktu berbuka (Ngabuburit Islami). |
| Malam Hari | Tarawih & Witir | Dilanjutkan Tadarus Al-Qur’an dipimpin para Hafiz. |
| Malam Ganjil | Qiyamul Lail | Salat Tahajud, Tasbih, Taubat, & Hajat (Malam 21, 23, 25, 27, 29). |
| 17 Ramadan | Nuzulul Quran | Pengajian Umum peringatan turunnya Al-Qur’an. |
| 1 Syawal | Salat Idulfitri | Puncak kemenangan umat Muslim. |
Malam Lailatul Qadar: Berburu Ampunan di Sepertiga Malam
Masjid Agung Lamongan benar-benar ingin memfasilitasi jamaah yang berburu malam seribu bulan. Di malam-malam ganjil, masjid ini akan berubah menjadi “Lautan Doa”. Ribuan jamaah biasanya memadati saf untuk melaksanakan rangkaian salat sunnah mulai dari Tahajud hingga Salat Hajat, menciptakan suasana haru yang tak terlupakan.
H. Muhammad Yunani berpesan agar momentum ini jangan sampai terlewat begitu saja. Menurutnya, Ramadan adalah waktu di mana pintu ampunan terbuka lebar dan setiap doa punya jalur “tol” menuju langit.
Fenomena 1,300 porsi takjil setiap hari di Masjid Agung Lamongan adalah bukti bahwa ekonomi berbagi di Lamongan sangat kuat. Masjid Agung berhasil menjalankan fungsinya bukan hanya sebagai tempat salat, tapi sebagai pusat logistik kebaikan. Strategi takmir melibatkan Hafiz untuk tadarus dan Mu’alim untuk pengajian memastikan bahwa kualitas ibadah di sini tetap terjaga secara keilmuan. (dzky)



