Tuesday, October 13, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Musim Kemarau Datang, PDAM Lamongan Buka Suara: Air Masih Aman, Tapi Warga Diminta Ubah Kebiasaan

RONGGOHADI, LAMONGAN – Di tengah ancaman musim kemarau yang mulai terasa, kekhawatiran masyarakat soal ketersediaan air bersih kembali mencuat. Namun, kabar baik datang dari Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan yang memastikan pasokan air bersih masih dalam kondisi relatif aman.

Direktur Perumda Air Minum Lamongan, Muhammad Syahril Majidi, menjelaskan bahwa meskipun terjadi penurunan debit air baku setiap musim kemarau, kondisi tersebut masih dapat diantisipasi.

“Kalau musim kemarau, memang debit air di Bengawan Solo dan Sungai Brantas pasti menurun. Tapi sejauh ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dua Sumber Air, Satu Komitmen Pelayanan

Lamongan saat ini mengandalkan dua sumber utama air baku, yakni Bengawan Solo dan Sungai Brantas yang disuplai melalui sistem regional. Dengan sistem intake yang berada di posisi lebih rendah, PDAM tetap bisa mengoptimalkan pengambilan air meski debit menurun.

Tak hanya itu, PDAM juga terus melakukan pengembangan. Jumlah pelanggan kini telah mencapai sekitar 37.500 sambungan rumah—naik signifikan dari sebelumnya 35 ribu.

Sebagai langkah antisipatif, pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di wilayah Babat juga tengah diproses. Kapasitas produksi yang sebelumnya 100 liter per detik direncanakan meningkat dua kali lipat menjadi 200 liter per detik.

Solusi Digital: “Yesi” Jadi Andalan Pengaduan

Menariknya, PDAM Lamongan juga menghadirkan inovasi layanan berbasis digital bernama “Yesi”. Layanan ini memungkinkan masyarakat menyampaikan keluhan hanya melalui WhatsApp.

Cukup dengan mengetik “Yesi PDAM Lamongan”, pelanggan sudah bisa terhubung dengan layanan pengaduan yang aktif melayani layaknya call center.

“Ini seperti customer service digital. Cepat, praktis, dan responsif,” jelas Syahril.

Kenapa Air Kadang Berubah Warna?

Salah satu keluhan yang kerap muncul dari masyarakat adalah perubahan warna air secara tiba-tiba. Menanggapi hal ini, PDAM menjelaskan bahwa kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti perubahan tekanan air atau endapan dalam pipa yang ikut terbawa aliran.

Meski begitu, kondisi tersebut biasanya bersifat sementara dan tidak berlangsung lama.

Warga Diminta Lebih Bijak Gunakan Air

Di balik jaminan ketersediaan air, PDAM juga mengingatkan masyarakat untuk mulai mengubah pola penggunaan air, terutama saat musim kemarau.

Salah satu solusi sederhana yang disarankan adalah penggunaan tandon air di rumah. Dengan menampung air saat distribusi normal, warga tidak perlu bergantung pada tekanan langsung dari pipa.

“Kita harus mulai bijak. Setetes air itu sangat berharga, apalagi saat kemarau panjang,” tegas Syahril.

Ia juga mengingatkan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat akan berbanding lurus dengan kebutuhan air, sementara sumber daya air cenderung terbatas.

Siap Droping Air Jika Darurat

Sebagai langkah terakhir, PDAM Lamongan memastikan siap melakukan droping air ke wilayah yang mengalami kekurangan ekstrem. Namun, langkah ini diharapkan tidak menjadi solusi utama.

“Yang paling penting adalah kesadaran bersama. Kita harus mulai dari sekarang untuk hemat dan bijak menggunakan air,” pungkasnya. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles