RONGGOHADI, LAMONGAN – Sudah genap 50 hari sejak Kapal Motor Nelayan (KMN) Entok dilaporkan hilang kontak di perairan utara Jawa. Di tengah penantian panjang yang belum berujung kepastian, secercah perhatian datang dari Pemerintah Kabupaten Lamongan.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi turun langsung menemui keluarga para Anak Buah Kapal (ABK) KMN Entok untuk menyerahkan bantuan sekaligus memastikan bahwa upaya pencarian belum dihentikan.
Penyaluran bantuan berlangsung di Kantor Rukun Nelayan (RN) Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, Rabu (22/7/2026), dan menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga nelayan yang hingga kini masih menanti kabar orang-orang tercinta.
Bantuan Tunai, Sembako hingga Perlindungan Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan menyerahkan bantuan uang tunai senilai Rp9 juta yang bersumber dari Baznas Lamongan, disertai paket sembako untuk meringankan beban keluarga korban.
Tak hanya itu, bantuan juga datang dari berbagai perangkat daerah, mulai dari Dinas Sosial, Dinas Perikanan, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan yang turut menyalurkan kebutuhan pokok kepada keluarga para ABK.
Bupati Yuhronur menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah situasi sulit yang dialami keluarga korban.
“Pemerintah Kabupaten Lamongan turut prihatin atas kejadian hilang kontak ABK KMN Entok. Semoga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Yuhronur.
Pencarian KMN Entok Belum Berakhir
Meski telah memasuki hari ke-50 sejak hilang kontak pada 3 Juni 2026, pemerintah memastikan proses pencarian masih terus berlangsung.
Menurut Yuhronur, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas bersama berbagai unsur terkait masih melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan.
Area pencarian kini mencakup kawasan sekitar Pulau Madura, Perairan Kangean, hingga meluas ke arah Perairan Sulawesi, mengikuti berbagai analisis dan kemungkinan pergerakan kapal.
“Basarnas dan semua tim tidak pernah berhenti melakukan pencarian. Kita semua tetap berharap suatu saat nanti kapal maupun para korban bisa ditemukan,” katanya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah belum menghentikan harapan untuk menemukan keberadaan KMN Entok beserta para awaknya.
Anak Keluarga Korban Dijamin Tetap Bisa Sekolah
Selain fokus pada pencarian, Pemkab Lamongan juga menaruh perhatian terhadap masa depan keluarga yang ditinggalkan.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah memberikan akses Program Beasiswa Perintis bagi anak-anak keluarga korban agar pendidikan mereka tetap dapat berlanjut meskipun sedang menghadapi musibah.
Pendataan akan dilakukan oleh Dinas Sosial untuk memastikan keluarga yang memenuhi persyaratan dapat segera menerima bantuan pendidikan.
“Kalau memenuhi kriteria akan dibantu melalui program yang ada. Yang terpenting putra-putri panjenengan tetap bisa melanjutkan sekolah. Pemerintah Kabupaten Lamongan akan berupaya membantu,” tegas Bupati Yuhronur.
24 Ribu Nelayan Sudah Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah memperluas perlindungan sosial bagi para nelayan.
Saat ini tercatat sekitar 24 ribu nelayan di Kabupaten Lamongan telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, sebagai bentuk perlindungan terhadap berbagai risiko pekerjaan di laut yang memiliki tingkat bahaya tinggi.
Program tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi keluarga nelayan sekaligus memperkuat jaminan sosial bagi para pekerja sektor kelautan.
Harapan Besar dari Rukun Nelayan
Ketua Rukun Nelayan Blimbing, Nur Wahid, mengapresiasi perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Lamongan.
Ia berharap pendampingan terhadap keluarga korban tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi terus berlanjut melalui dukungan sosial, pendidikan, hingga koordinasi intensif dalam proses pencarian.
“Kami berharap hal-hal yang baik bagi keluarga,” ujarnya singkat.
Di balik bantuan yang disalurkan, keluarga para ABK KMN Entok masih menyimpan satu harapan yang sama: kabar baik tentang orang-orang yang hingga kini belum kembali dari laut. (rm)



