Saturday, September 12, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

120 Personel Turun ke Jalan, Polres Lamongan Sasar Curanmor hingga Balap Liar

LAMONGAN, RONGGOHADI – Ketika malam mulai ramai dan sejumlah ruas jalan dipadati aktivitas masyarakat, 120 personel Polres Lamongan justru mulai menyebar ke berbagai titik.

Bukan untuk sebuah apel seremonial. Ratusan aparat gabungan itu diterjunkan dalam patroli skala besar untuk memburu potensi gangguan keamanan sebelum benar-benar berubah menjadi tindak kriminal.

Mulai dari aksi curanmor, curat, curas, perkelahian, knalpot brong, hingga balap liar, semuanya masuk dalam radar patroli malam Polres Lamongan.

Kegiatan tersebut dikemas dalam Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, mengatakan patroli dilakukan dengan kekuatan 120 personel yang disebar ke sejumlah titik strategis.

“Patroli yang kami lakukan dan melibatkan 120 personel untuk mencegah tindak kriminalitas maupun gangguan keamanan lainnya, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya di Lamongan, Sabtu.

Alun-Alun hingga JLU Jadi Titik Patroli

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran patroli bukanlah titik sembarangan.

Petugas menyambangi kawasan Alun-Alun Lamongan, Jalan Lamongrejo, Jalan Lingkar Utara (JLU) dari pintu timur hingga pintu barat, sampai Terminal Lamongan.

Lokasi-lokasi tersebut menjadi bagian dari pemetaan keamanan, terutama pada malam hari ketika aktivitas masyarakat masih berlangsung.

Dengan kehadiran personel di lapangan, Polres Lamongan berharap potensi kejahatan bisa dicegah sejak awal.

Strateginya sederhana: kejahatan jangan diberi ruang untuk tumbuh.

Patroli tidak hanya dilakukan untuk menindak ketika kejadian sudah terjadi, tetapi juga menghadirkan aparat di titik-titik yang dinilai membutuhkan perhatian.

Curanmor hingga Knalpot Brong Masuk Radar

Dalam patroli tersebut, aparat secara khusus mengantisipasi sejumlah gangguan kamtibmas.

Di antaranya pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), perkelahian antar kelompok, penggunaan knalpot brong, hingga aksi balap liar.

Aksi balap liar dan penggunaan knalpot tidak standar menjadi salah satu persoalan yang kerap dikeluhkan masyarakat karena tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Sementara curanmor tetap menjadi salah satu tindak kriminal yang membutuhkan kewaspadaan bersama.

Karena itu, patroli dilakukan dengan menyisir berbagai titik untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

Tetap Persuasif, Keselamatan Jadi Prioritas

Meski melibatkan kekuatan besar, Polres Lamongan menegaskan personel tetap diminta mengedepankan pendekatan persuasif ketika berinteraksi dengan masyarakat.

Arahan tersebut disampaikan sesuai instruksi Wakapolres Lamongan Kompol Jodi Indrawan.

Petugas di lapangan diminta menjalankan tugas secara profesional tanpa mengabaikan pelayanan kepada masyarakat.

“Petugas diminta tetap mengutamakan keselamatan dan memberikan pelayanan yang baik selama kegiatan berlangsung,” kata Hamzaid.

Pendekatan ini menjadi penting agar patroli tidak hanya menghadirkan pengawasan, tetapi juga membangun rasa aman.

Sebab kehadiran polisi di tengah masyarakat idealnya bukan untuk membuat warga merasa takut, melainkan membuat masyarakat merasa terlindungi.

Polsek Juga Bergerak Bersama Tiga Pilar

Patroli skala besar tidak hanya berhenti di tingkat Polres.

Jajaran Polsek di wilayah Kabupaten Lamongan juga melaksanakan kegiatan serupa dengan melibatkan unsur tiga pilar di masing-masing wilayah.

Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan hingga ke tingkat wilayah.

Dengan demikian, pencegahan gangguan keamanan tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan, tetapi menjangkau berbagai titik di Kabupaten Lamongan.

Mencegah Sebelum Kejahatan Terjadi

Patroli malam dengan 120 personel ini menjadi pesan bahwa menjaga keamanan bukan hanya soal menangkap pelaku setelah kejahatan terjadi.

Pencegahan justru dimulai jauh sebelumnya.

Saat aparat hadir di jalan, titik keramaian, jalur rawan, hingga kawasan yang berpotensi menjadi lokasi balap liar, ruang untuk munculnya gangguan keamanan diharapkan semakin sempit.

Bagi masyarakat Lamongan, malam yang aman bukan sekadar tidak adanya laporan kriminal.

Tetapi juga ketika warga bisa beraktivitas, pulang ke rumah, dan beristirahat tanpa rasa khawatir.

Dan Sabtu malam itu, 120 personel Polres Lamongan turun ke jalan dengan satu misi: membuat potensi gangguan berhenti sebelum berubah menjadi masalah. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles