Saturday, September 12, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Libur Maulid Nabi, Harga Sembako Lamongan Cenderung Stabil! Cabai Rawit Masih Bikin Pedas Dompet

LAMONGAN, RONGGOHADI – Hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW belum memicu gejolak berarti pada harga kebutuhan pokok di Kabupaten Lamongan. Berdasarkan pantauan di tiga pasar utama, Pasar Sidoharjo, Pasar Babat, dan Pasar Blimbing, sebagian besar harga sembako masih bergerak relatif stabil.

Namun, ada beberapa komoditas yang tetap menarik perhatian. Jika harga beras, gula, hingga daging sapi cenderung seragam, komoditas cabai masih menunjukkan perbedaan harga yang cukup terasa antar pasar.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Lamongan, Anang Taufik, mengatakan pemantauan harga terus dilakukan untuk memastikan kondisi pasokan dan perkembangan harga kebutuhan pokok tetap terkendali.

“Pemantauan harga kebutuhan pokok terus kami lakukan di sejumlah pasar untuk melihat perkembangan harga dan kondisi pasokan di lapangan,” ujar Anang.

Harga Beras Masih Terkendali

Untuk kebutuhan paling mendasar, harga beras di Lamongan masih relatif stabil.

Beras premium berada di kisaran Rp14.900 hingga Rp15.000 per kilogram. Sementara beras medium dijual dengan harga sekitar Rp13.000 sampai Rp14.000 per kilogram.

Adapun beras medium dari Bulog berada di angka sekitar Rp12.500 per kilogram.

Harga gula pasir juga tidak menunjukkan perubahan mencolok. Gula pasir dalam negeri berada di kisaran Rp17.000 per kilogram, sedangkan gula pasir kemasan mencapai sekitar Rp18.000 per kilogram.

Harga Minyak dan Cabai Berbeda Antar Pasar

Perbedaan harga mulai terlihat pada komoditas minyak goreng.

Produk Minyak Kita kemasan 1 liter tercatat dijual sekitar Rp15.700 di Pasar Sidoharjo. Sementara di Pasar Babat dan Pasar Blimbing, harganya berada di kisaran Rp17.000 per liter.

Sedangkan minyak goreng curah atau tanpa merek dijual dengan harga sekitar Rp18.000 hingga Rp22.000 per liter.

Komoditas cabai juga masih menjadi salah satu bahan pangan dengan harga yang paling dinamis.

Cabai merah besar relatif sama di tiga pasar dengan harga sekitar Rp25.000 per kilogram.

Namun, harga cabai merah keriting menunjukkan selisih cukup lebar. Di Pasar Blimbing, harganya mencapai Rp40.000 per kilogram, sedangkan di Pasar Sidoharjo dan Pasar Babat masih berada di angka sekitar Rp30.000 per kilogram.

Untuk cabai rawit merah, konsumen harus menyiapkan dana lebih besar.

Harga cabai rawit merah tercatat sekitar Rp50.000 per kilogram di Pasar Sidoharjo dan Pasar Blimbing. Sementara di Pasar Babat berada di angka Rp40.000 per kilogram.

Artinya, bagi warga yang ingin berbelanja lebih hemat, memilih lokasi pasar juga bisa membuat selisih harga yang cukup terasa.

Daging Sapi Stabil, Ayam Kampung Punya Selisih Harga Lebar

Harga daging sapi murni tercatat relatif sama di ketiga pasar, yakni sekitar Rp130.000 per kilogram.

Sementara harga ayam broiler berada di kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Menariknya, perbedaan harga cukup lebar terjadi pada ayam kampung.

Di Pasar Sidoharjo, ayam kampung berada di angka sekitar Rp90.000 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan Pasar Babat yang berada di angka Rp75.000 per kilogram dan Pasar Blimbing sekitar Rp65.000 per kilogram.

Pasar Babat Dinilai Lebih Murah, Ini Alasannya

Diskopindag Lamongan mencatat adanya karakteristik harga yang berbeda di setiap pasar.

Menurut Anang, Pasar Babat memiliki posisi strategis sebagai salah satu lokasi pedagang melakukan pembelian dalam jumlah besar sebelum barang kembali didistribusikan ke wilayah lain.

“Pasar Babat cenderung lebih murah karena memang pasar ini menjadi tempat kulakan pedagang untuk kemudian dijual kembali,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat harga beberapa komoditas di Pasar Babat bisa lebih rendah dibandingkan pasar lainnya.

Selain pangan, sejumlah kebutuhan rumah tangga juga relatif stabil.

Harga tabung LPG 3 kilogram tercatat sekitar Rp20.000 di tiga pasar yang dipantau. Sementara beberapa komoditas seperti mi instan, telur ayam kampung, dan bawang merah disebut belum menunjukkan perubahan harga berarti dibandingkan pemantauan sebelumnya.

Diskopindag Terus Pantau Harga

Secara umum, harga kebutuhan pokok di Lamongan selama momentum libur Maulid Nabi masih berada dalam kondisi terkendali.

Meski demikian, pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga maupun gangguan distribusi.

Langkah tersebut penting mengingat perubahan pasokan, permintaan, hingga distribusi dapat dengan cepat memengaruhi harga kebutuhan masyarakat.

Libur panjang boleh datang, tetapi harga sembako di Lamongan sejauh ini belum ikut “liburan” terlalu jauh. Beras dan gula masih stabil, daging relatif aman, sementara cabai—seperti biasa—masih menjadi salah satu komoditas yang paling mudah membuat isi dompet terasa panas. (rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles