LAMONGAN, RONGGOHADI – Tangis keluarga dan warga mengiringi pemakaman Jumbrik (52), anak buah kapal (ABK) KM Virgo asal Lamongan yang menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan kapal di perairan Kalimantan Tengah.
Jenazah Jumbrik tiba di rumah duka di Perumahan Made Great Resident, Desa Made, Lamongan, sekitar pukul 13.00 WIB, Rabu. Sebelumnya, jenazah menjalani proses identifikasi oleh petugas di Kalimantan Tengah.
Ketua Masjid Darush Shofa, Hanif Fakhrudin, mengatakan setelah proses identifikasi selesai, jenazah langsung dipulangkan ke Lamongan.
“Setelah diidentifikasi, jenazah dipulangkan dan tiba di rumah duka sekitar pukul 13.00 WIB,” katanya saat ditemui di Lamongan, Rabu.
Setibanya di rumah duka, jenazah disalatkan oleh keluarga dan warga di Masjid Darush Shofa. Setelah itu, jenazah diantar menuju TPU Desa Sumberejo untuk dimakamkan sekitar pukul 14.00 WIB.
Sempat Minta Keluarga Terus Mendoakan
Sebelum kecelakaan terjadi, Jumbrik sempat menghubungi istrinya. Dalam percakapan tersebut, ia mengeluhkan kesulitan tidur dan meminta keluarganya untuk terus mendoakannya.
“Almarhum sempat menelepon istrinya. Katanya tidak bisa tidur dan meminta doa. Setelah itu tidak ada kabar sampai akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal,” ujar Hanif.
Selama proses pencarian, warga Perumahan Made Great Resident juga rutin menggelar doa bersama. Mereka berharap Jumbrik dapat segera ditemukan dan kembali dalam kondisi selamat.
Hanif menuturkan, Jumbrik dikenal sebagai sosok yang ramah dan aktif bermasyarakat ketika berada di rumah. Ia juga disebut rutin mengikuti berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan tempat tinggalnya.
Dua ABK Asal Lamongan Ditemukan Selamat
Selain Jumbrik, dua ABK asal Lamongan lainnya, yakni Wakid dan Arief Yuniarto, juga menjadi korban kecelakaan KM Virgo. Keduanya telah ditemukan dalam kondisi selamat.
Berdasarkan data terbaru Basarnas terkait penanganan kecelakaan KM Virgo hingga Rabu, sebanyak 128 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 20 orang meninggal dunia.
Sementara itu, berdasarkan data manifest kapal yang mencatat 243 orang, masih terdapat 115 orang yang belum ditemukan dan proses pencarian masih berlangsung.
Kecelakaan KM Virgo terjadi di perairan Kalimantan Tengah. Tim SAR masih melakukan upaya pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
Di tengah proses pencarian tersebut, keluarga Jumbrik kini harus menerima kenyataan bahwa salah satu anggota keluarganya telah kembali ke Lamongan dalam keadaan meninggal dunia dan dimakamkan di kampung halaman.(rm)



