LAMONGAN, RONGGOHADI – Permainan domino yang selama ini kerap dikaitkan dengan perjudian mulai diarahkan menjadi olahraga prestasi di Kabupaten Lamongan. Melalui kompetisi resmi, domino kini menjadi ruang untuk mengasah strategi, membangun sportivitas, sekaligus mempererat silaturahmi.
Semangat tersebut terlihat dalam Turnamen Piala Panglima TNI yang digelar Kodim 0812 Lamongan bersama Pengurus Olahraga Domino Indonesia (Orado) Lamongan di Makodim 0812 Lamongan, Minggu (27/9/2026).
Turnamen ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Menariknya, kompetisi tidak hanya mempertemukan sesama masyarakat, tetapi juga menggabungkan prajurit TNI dan warga sipil dalam satu tim.
128 Peserta Berkompetisi, TNI dan Warga Satu Tim
Sebanyak 64 tim atau 128 peserta mengikuti turnamen yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Setiap tim terdiri dari dua orang, yakni satu anggota TNI dan satu masyarakat sipil.
Para peserta berkompetisi menggunakan sistem pertandingan untuk memperebutkan posisi juara satu hingga empat. Panitia juga menyiapkan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah.
Dandim 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo, mengatakan turnamen olahraga domino tersebut digelar serentak di berbagai wilayah atas perintah Panglima TNI sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-81 TNI.
Menurut Deni, domino bukan sekadar permainan hiburan. Di dalamnya terdapat unsur olahraga yang menuntut kemampuan menyusun strategi, membangun komunikasi, serta menjaga kekompakan dengan pasangan.
“Ini sifatnya pertemanan. Jadi satu tim pertemanan melawan tim pertemanan lainnya, kemudian bertemu untuk merebutkan juara satu, dua, tiga dan empat,” kata Deni.
Dorong Domino Lepas dari Stigma Perjudian
Deni menilai kompetisi resmi dengan aturan yang jelas dapat menjadi salah satu cara untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap permainan domino.
Melalui turnamen, domino diarahkan menjadi sarana membangun silaturahmi, mengasah kemampuan berpikir, dan menjunjung sportivitas.
“Ini lomba yang luar biasa karena pelaksanaannya bersifat pertemanan. Di sini mereka mengatur strategi antarteman sehingga bisa memenangkan suatu perlombaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tingginya minat masyarakat menunjukkan domino memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai olahraga.
Terlebih, konsep pertandingan yang mempertemukan anggota TNI dan masyarakat dalam satu tim dinilai memberikan ruang interaksi yang lebih dekat antara prajurit dan warga.
Orado Lamongan Bidik Lahirnya Atlet Berprestasi
Sementara itu, Ketua Orado Lamongan, M. Zahlul Kahel Iqbal, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap olahraga domino cukup tinggi sejak Orado mulai berkembang di Lamongan.
Menurutnya, kehadiran Orado menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan minat dan bakat melalui kompetisi yang resmi dan terorganisasi.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias menyambut Orado di Kabupaten Lamongan. Karena domino sudah banyak dikenal masyarakat dan sekarang sudah masuk sebagai cabang olahraga,” kata Zahlul.
Ia berharap perkembangan Orado tidak berhenti pada penyelenggaraan turnamen semata. Kompetisi yang semakin rutin diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembinaan untuk melahirkan atlet-atlet domino berprestasi dari Lamongan.
“Harapan saya Orado di Lamongan bisa menjadi wadah masyarakat untuk menyalurkan bakatnya, khususnya di olahraga domino, sehingga nanti Kabupaten Lamongan bisa melahirkan atlet-atlet domino yang mampu mengharumkan nama Lamongan,” ucapnya.
Melalui Turnamen Piala Panglima TNI, domino tidak hanya ditempatkan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang kompetisi olahraga yang terorganisasi. Kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan TNI dengan masyarakat dan membuka peluang pengembangan olahraga domino di Kabupaten Lamongan.(rm)


