LAMONGAN, RNGGOHADI – Seorang petani lansia berusia 76 tahun, M Kholil, ditemukan meninggal dunia dalam posisi bersujud di area persawahan Desa Brangsi, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Senin (28/9/2026) sore. Korban diduga mengalami kelelahan setelah beraktivitas di tengah cuaca panas, meski penyebab pasti kematiannya belum dipastikan secara medis.
Warga Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, tersebut ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB dalam posisi bersujud menghadap utara. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus lengan panjang biru-putih dan celana training hitam.
Kapolsek Laren AKP Anang Purwo Widodo melalui Kasi Humas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid menjelaskan, korban sebelumnya berpamitan kepada keluarga sekitar pukul 14.00 WIB untuk mencari jerami atau damen padi sebagai pakan ternak sapi miliknya.
Sebelum berangkat kembali ke sawah, korban sempat pulang ke rumah pada pagi hari. Namun, beberapa jam kemudian, korban kembali beraktivitas di persawahan.
Ditemukan Warga dalam Posisi Bersujud
Penemuan jenazah bermula ketika seorang warga bernama Arip hendak melihat sawah milik ayahnya yang baru selesai dipanen.
Saat berada di area persawahan, Arip melihat sosok manusia berpakaian terang di bagian timur sawah. Sosok tersebut terlihat dalam posisi bersujud menghadap utara dan tidak bergerak.
Curiga dengan kondisi tersebut, Arip kemudian mencari pertolongan dan bertemu M. Asikin untuk menceritakan apa yang dilihatnya.
Informasi itu diteruskan kepada kepala desa setempat sebelum akhirnya dilaporkan ke Polsek Laren.
Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian bersama tenaga medis dan ambulans dari Puskesmas Laren langsung mendatangi lokasi.
“Dilakukan pemeriksaan medis di TKP, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” ujar Hamzaid, Senin (28/9/2026) malam.
Kapolsek Laren AKP Anang Purwo Widodo bersama sejumlah anggota kemudian memimpin pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil identifikasi fisik, korban diketahui memiliki tinggi badan sekitar 165 sentimeter dengan ciri rambut pendek lurus.
Anang menegaskan, pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Bisa dipastikan dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tambahnya.
Keluarga Duga Kelelahan, Korban Punya Riwayat Diabetes
Pihak keluarga mengungkapkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit diabetes.
Keluarga menduga korban mengalami kelelahan atau dehidrasi setelah dua kali pergi ke sawah dalam sehari, yakni sebelum zuhur dan kembali lagi setelah zuhur, di tengah kondisi cuaca yang cukup panas.
Meski demikian, dugaan tersebut masih berdasarkan keterangan dan perkiraan keluarga. Kelelahan maupun dehidrasi belum dinyatakan sebagai diagnosis medis resmi yang memastikan penyebab kematian korban.
Setelah kejadian tersebut, keluarga memilih menerima peristiwa itu sebagai musibah dan menyatakan tidak menghendaki autopsi terhadap jenazah.
“Keluarga korban memilih menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Pihak keluarga juga menyatakan tidak menghendaki dilakukan autopsi terhadap jenazah,” tegas Anang.
Sebagai bentuk penerimaan, keluarga bersedia menandatangani surat pernyataan bahwa mereka menerima kejadian tersebut sebagai musibah serta tidak akan mengajukan tuntutan hukum, baik secara perdata maupun pidana, kepada pihak mana pun di kemudian hari.
Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.
Polsek Laren kembali menegaskan bahwa berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan awal, tidak ditemukan bekas penganiayaan pada tubuh korban.
Pemeriksaan di lokasi melibatkan Kapolsek Laren AKP Anang Purwo Widodo, Ka SPKT Aiptu Sukartono, Ps Kanit Reskrim Aiptu Budianto, Aiptu Saffan, dan Bripda Mirza.
Sementara pemeriksaan medis dilakukan oleh bidan desa sekaligus tenaga medis Puskesmas Laren, Fatma Ersiana, A.Md.Kep.(rm)



