LAMONGAN, RONGGOHADI – Tak puas hanya menjadi salah satu lumbung pangan nasional, Pemerintah Kabupaten Lamongan kini membidik target lanjutan: menjadi lumbung protein nasional. Penguatan sektor peternakan, peningkatan produktivitas, hingga pendampingan peternak dari hulu ke hilir disiapkan untuk mendukung ambisi tersebut.
Komitmen itu ditegaskan dalam Sarasehan Penguatan Peternakan yang digelar Pemkab Lamongan melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) bersama Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), di Pendopo Lokatantra, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti Peternakan sekaligus peringatan World Rabies Day.
Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara mengatakan, potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki Lamongan menjadi modal penting untuk mengembangkan sektor peternakan secara produktif dan berkelanjutan.
“Lamongan sendiri sudah dinobatkan sebagai lumbung pangan nasional. PR kita selanjutnya dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada adalah menjadi lumbung protein nasional,” ujarnya.
Menurut Dirham, populasi ternak di Lamongan terus meningkat dari tahun ke tahun. Kesadaran masyarakat dan peternak terhadap kesehatan hewan serta ancaman penyakit juga semakin baik.
Namun, ia menegaskan, pengembangan peternakan tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan jumlah ternak. Produktivitas, efisiensi pengelolaan, kesehatan hewan, serta peningkatan nilai ekonomi dan kesejahteraan peternak harus berjalan beriringan.
“PR-nya adalah meningkatkan produktivitas, efisiensi secara pengelolaan, dan bisa meningkatkan ekonomi serta kesejahteraan para peternak,” katanya.
Peternakan Terintegrasi dengan Pertanian dan Perikanan
Pemkab Lamongan juga mendorong pengembangan peternakan yang terintegrasi dengan sektor pertanian dan perikanan. Konsep tersebut diharapkan membentuk ekosistem circular economy, sehingga potensi agribisnis daerah dapat saling mendukung dan memberikan nilai tambah.
Dengan keterhubungan antarsektor, pengembangan peternakan diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dirham turut mengapresiasi pendampingan FKH Unair kepada masyarakat melalui pendekatan berbasis desa. Salah satunya melalui program pengabdian masyarakat di Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran.
Ia berharap pola pendampingan tersebut dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke desa-desa lain di Kabupaten Lamongan.
Peternak Didampingi dari Budidaya hingga Hilirisasi
Kepala Disnakeswan Lamongan Shofiah Nurhayati mengatakan, pemerintah daerah berupaya memberikan pendampingan menyeluruh kepada peternak, mulai dari praktik budidaya yang baik, kesehatan hewan, hingga hilirisasi hasil peternakan.
“Upaya Pemkab Lamongan melalui Disnakeswan, kita memberikan pelayanan kepada peternak mulai dari budidaya ternak yang baik, kemudian kita mendampingi kesehatan ternaknya, sampai ke hilirisasi. Jadi mulai dari hulu sampai dengan hilir kita mendampingi para peternak agar hasilnya bisa maksimal,” jelasnya.
Menurut Shofiah, pendampingan dari hulu hingga hilir menjadi bagian penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memastikan hasil usaha peternakan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Dengan demikian, peternak diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari usaha yang dijalankan.
Salah satu program lanjutan yang disiapkan adalah pendampingan kelompok ternak itik di Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran, yang direncanakan berlangsung selama dua tahun.
Program tersebut mencakup bantuan bibit itik, subsidi, pendampingan, serta pengembangan 200 kandang.
Vaksinasi Rabies Menyasar 11 Kecamatan
Selain penguatan sektor produksi, rangkaian Bulan Bakti Peternakan juga menyentuh aspek kesehatan hewan melalui kegiatan World Rabies Day.
Vaksinasi rabies diberikan kepada Hewan Pembawa Rabies (HPR), seperti anjing, kucing, dan monyet. Pelaksanaannya dilakukan di kawasan perumahan masyarakat serta 11 Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang tersebar di 11 kecamatan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari perhatian Pemkab Lamongan terhadap kesehatan hewan sekaligus pengendalian ancaman penyakit yang dapat menular kepada manusia.
Melalui penguatan produksi, pendampingan peternak, integrasi agribisnis, serta peningkatan kesehatan hewan, Lamongan menargetkan sektor peternakan semakin produktif dan mampu mendukung cita-cita menjadi lumbung protein nasional.(rm)



