Wednesday, September 30, 2026
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Capaian CKG Lamongan Tembus 105 Persen, Puskesmas ke-33 Segera Beroperasi

LAMONGAN, RONGGOHADI – Capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Lamongan telah mencapai 105 persen dari cakupan yang ditargetkan. Dinas Kesehatan Lamongan terus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan tersebut untuk mendeteksi penyakit sejak dini sekaligus mencegah berkembangnya penyakit kronis.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, dr. Indra Sani, saat berbincang bersama Novi dalam program siaran Radio Ronggohadi.

Indra menjelaskan, CKG menjadi salah satu dari lima program prioritas nasional yang tengah digencarkan pemerintah. Melalui pemeriksaan kesehatan gratis, masyarakat diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.

“Jadi mulai dua tahun ini semua masyarakat diharapkan untuk cek kesehatan gratis, agar kita bisa mendeteksi dini, agar kita tidak jatuh sampai ke penyakit kronis,” ujar Indra.

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas CKG yang tersedia di puskesmas untuk mengetahui risiko penyakit, termasuk penyakit jantung.

Puskesmas ke-33 Ditargetkan Beroperasi Oktober

Untuk memperluas akses pelayanan kesehatan, Pemkab Lamongan juga menyiapkan pengoperasian puskesmas ke-33 yang direncanakan diluncurkan pada Oktober 2026.

Puskesmas Kusuma Bangsa tersebut berada di wilayah perkotaan Lamongan dan diharapkan membantu mengurangi kepadatan pelayanan di puskesmas yang sudah ada.

Indra menjelaskan, jumlah penduduk di wilayah perkotaan yang mencapai sekitar 80 ribu jiwa membuat beban pelayanan di satu puskesmas cukup tinggi.

Dengan hadirnya fasilitas baru tersebut, pelayanan diharapkan dapat terbagi sehingga masyarakat memperoleh akses yang lebih mudah.

Saat ini, Lamongan memiliki 32 puskesmas, empat rumah sakit daerah, 16 rumah sakit swasta, serta sekitar 66 klinik yang mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brondong yang diluncurkan pada tahun sebelumnya juga menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan, khususnya untuk masyarakat wilayah Pantura.

Sakit Ringan ke Puskesmas, Kondisi Darurat Langsung ke IGD

Dinas Kesehatan Lamongan mengingatkan masyarakat agar memahami alur pelayanan kesehatan, terutama dalam menentukan fasilitas kesehatan yang harus dituju ketika sakit.

Indra menjelaskan, keluhan kesehatan ringan seperti batuk, pilek, atau gangguan lambung dapat diperiksakan terlebih dahulu ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), seperti puskesmas atau klinik terdekat.

Sementara itu, masyarakat dengan kondisi darurat dapat langsung menuju instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit.

Kondisi darurat tersebut antara lain nyeri hebat, penurunan kesadaran, kondisi gula darah tinggi yang membutuhkan penanganan segera, kecelakaan, maupun persalinan darurat.

“Kalau untuk sakit-sakit biasa saja disarankan ke puskesmas atau FKTP terdekat atau klinik. Tapi kalau kondisinya darurat, misalnya penyakitnya nyerinya banget juga nggak tahan atau melahirkan atau kecelakaan, kalau yang darurat-darurat itu bisa langsung ditangani di rumah sakit,” jelasnya.

Terkait pasien BPJS Kesehatan, Indra menerangkan bahwa terdapat 144 jenis penyakit yang dapat ditangani di puskesmas sesuai ketentuan pelayanan. Apabila kondisi pasien membutuhkan penanganan yang tidak dapat dilakukan di puskesmas, pasien akan dirujuk ke rumah sakit.

Namun, untuk kondisi gawat darurat, pasien dapat langsung memperoleh penanganan di IGD tanpa harus melalui rujukan berjenjang.

Cakupan BPJS 91 Persen, Ada Layanan Gratis bagi Warga Belum Tercover

Dari sisi kepesertaan jaminan kesehatan, Indra menyebut cakupan BPJS Kesehatan di Lamongan telah mencapai sekitar 91 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 9 persen warga yang belum memiliki atau belum tercover BPJS Kesehatan.

Untuk membantu masyarakat yang belum tercover, Pemkab Lamongan memiliki program inovasi yang disebut Last Recovery Committee, dengan layanan Lamongan Sehat, Sejahtera, termasuk kunjungan rumah dan program rawat inap gratis serta rawat jalan gratis.

Program tersebut ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga tidak mampu maupun penderita penyakit kronis yang belum tercover BPJS.

Melalui program tersebut, masyarakat yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh layanan rawat inap gratis di puskesmas kelas III.

Indra juga menjelaskan, warga yang kepesertaan BPJS-nya dinonaktifkan dapat mengajukan kembali melalui Dinas Sosial. Ia menyebut sebelumnya terdapat sekitar 60 ribu peserta yang dinonaktifkan oleh Kementerian Sosial.

Karena itu, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan pihak terkait apabila mengalami kendala status kepesertaan, terutama ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

Pelayanan Ibu Hamil hingga Penyakit Jantung Ditanggung BPJS

Dalam perbincangan tersebut, Indra turut menegaskan bahwa pelayanan kesehatan untuk berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal, masuk dalam cakupan pelayanan BPJS sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk pelayanan ibu hamil dan persalinan, seluruh puskesmas di Lamongan telah disiapkan dengan layanan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED).

Fasilitas tersebut dilengkapi perangkat ultrasonografi (USG), dengan dokter yang telah mendapatkan pelatihan untuk melakukan pemeriksaan.

Menurut Indra, pemeriksaan kehamilan menggunakan USG di puskesmas diharapkan dapat dilakukan minimal dua kali oleh dokter selama masa kehamilan.

Selain puskesmas, hampir 80 persen klinik di Lamongan disebut telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga masyarakat memiliki pilihan fasilitas pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.

Indra juga menyampaikan bahwa peningkatan pelayanan terus dilakukan, termasuk perbaikan fasilitas rawat inap di puskesmas dan rumah sakit.

Ia menyinggung penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sebagai upaya menstandarkan fasilitas rawat inap bagi pasien.

Dinkes Ajak Masyarakat Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis

Menutup perbincangan di Radio Ronggohadi, Indra mengajak masyarakat Lamongan untuk aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia, mulai dari FKTP, puskesmas, hingga rumah sakit.

Ia secara khusus mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin melalui program CKG agar risiko penyakit dapat diketahui sejak dini.

“Baik, untuk semua masyarakat, kami minta untuk bisa memanfaatkan layanan kami di FKTP, Puskesmas, dan di Rumah Sakit. Manfaatkan cek kesehatan gratis, karena ini programnya pemerintah, agar masyarakat kita, Bapak-Ibu semua, bisa mendeteksi dini,” pesannya.

Menurutnya, deteksi dini memungkinkan masyarakat mengetahui potensi gangguan kesehatan sejak awal sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Dengan capaian CKG yang telah mencapai 105 persen, penguatan fasilitas pelayanan, serta perluasan akses bagi masyarakat yang belum tercover BPJS, Dinas Kesehatan Lamongan berharap semakin banyak warga memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau dan sesuai kebutuhan.(rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular Articles