LAMONGAN, RONGGOHADI – Persela Lamongan sukses mencuri tiga poin penting saat bertandang ke markas Barito Putera dalam lanjutan kompetisi Championship. Bermain di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (4/10/2026), Laskar Joko Tingkir menang tipis 0-1 melalui gol tunggal kapten Dendy Sulistyawan pada menit ke-79.
Gol kemenangan Persela lahir dari skema bola mati. Tendangan pojok yang dilepaskan Caique Souza berhasil dimanfaatkan Dendy Sulistyawan untuk membobol gawang Laskar Antasari.
Persela Tampil Disiplin dan Menunggu Momentum
Pelatih Persela Lamongan Bima Sakti mengatakan kemenangan tersebut merupakan buah dari permainan disiplin serta strategi yang telah dipersiapkan untuk menghadapi agresivitas Barito Putera, terutama karena bermain di hadapan pendukung sendiri.
Persela sengaja tidak terburu-buru membangun serangan sejak awal pertandingan. Laskar Joko Tingkir lebih memilih menjaga organisasi permainan dan kekompakan lini belakang sembari menunggu momentum untuk melakukan serangan balik.
“Kita tahu Barito merupakan tim kuat, apalagi mereka bermain di kandang dan pasti menggebu-gebu di depan pendukungnya. Jadi kita tunggu dulu, kemudian ketika ada momen kita baru melakukan counter attack,” ujar Bima.
Strategi tersebut terbukti efektif. Persela mampu meredam tekanan tuan rumah sekaligus memanfaatkan celah di lini pertahanan Barito Putera.
Bima menyebut kondisi pertahanan Barito Putera juga menjadi salah satu bahan analisis tim sebelum pertandingan. Persela kemudian meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua hingga akhirnya mampu mencetak gol kemenangan.
“Memang jadi catatan buat Barito, setelah laga melawan kita mereka kebobolan delapan gol. Kita analisa juga pertahanan mereka agak longgar, oleh sebab itu di babak kedua kita lebih naik ke depan dan akhirnya bisa mencetak gol,” jelasnya.
Pertahanan Persela Bertahan hingga Peluit Panjang
Memasuki menit-menit akhir pertandingan, Persela harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan keunggulan. Barito Putera meningkatkan tekanan dan mendorong pemain dengan postur tinggi ke lini depan untuk mengejar gol penyeimbang.
Bima mengantisipasi perubahan strategi tuan rumah dengan melakukan sejumlah pergantian pemain. Pemain dengan postur lebih tinggi dimasukkan untuk membantu memenangkan duel udara sekaligus menjaga lini pertahanan Persela tetap solid hingga pertandingan berakhir.
Upaya tersebut berhasil. Persela mampu mempertahankan keunggulan 0-1 hingga peluit panjang dibunyikan.
Barito Putera Akui Gagal Manfaatkan Peluang
Dari kubu tuan rumah, Pelatih Barito Putera Hendri Susilo mengakui timnya gagal memanfaatkan sejumlah peluang, terutama pada babak pertama. Sebaliknya, Persela mampu memaksimalkan peluang yang dimiliki untuk mencetak gol kemenangan.
Hendri juga menyoroti kembali hilangnya konsentrasi di lini belakang yang menjadi persoalan timnya. Menurutnya, gol Persela seharusnya dapat dicegah apabila komunikasi antarpemain berjalan dengan baik.
“Permainan pemain sudah berjalan, tapi masalahnya dari sekian banyak peluang kita tidak bisa mencetak gol. Persela hanya punya satu-dua peluang, tapi bisa mencetak gol, masalah kita selama beberapa game adalah konsentrasi di akhir pertandingan,” jelasnya.
Persela Tetap di Peringkat Kedua
Tambahan tiga poin tersebut belum mengubah posisi Persela Lamongan di klasemen sementara. Laskar Joko Tingkir tetap berada di peringkat kedua dengan koleksi 11 poin.
Pada waktu yang sama, Deltras FC juga meraih kemenangan atas Persiba Balikpapan sehingga posisi Persela di klasemen tidak mengalami perubahan.
Sementara itu, Barito Putera berada di peringkat keenam dengan koleksi empat poin. (rm)



