LAMONGAN, RONGGOHADI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur mulai menyalurkan bantuan 1,2 juta liter air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di 24 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kabupaten Lamongan menjadi daerah pertama yang menerima penyaluran bantuan tersebut.
Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Ahmad Afif Amrullah, mengatakan program tersebut disiapkan berdasarkan pemetaan wilayah terdampak kekeringan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.
“Alhamdulillah hari ini BAZNAS Jawa Timur memulai proses distribusi bantuan 1,2 juta liter air bersih untuk 24 kabupaten di Jawa Timur yang terdampak kekeringan. Kami mulai dari Lamongan, kemudian berlanjut ke Mojokerto, Malang, Pasuruan, hingga Gresik,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).
Setiap Daerah Dapat Minimal 50 Ribu Liter
Afif menjelaskan, setiap kabupaten/kota mendapatkan alokasi bantuan minimal 50 ribu liter air bersih. Sementara teknis penyaluran, termasuk penentuan titik distribusi, diserahkan kepada BAZNAS di masing-masing daerah.
Menurutnya, mekanisme tersebut dilakukan agar bantuan dapat disalurkan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Untuk Kabupaten Lamongan, penyaluran perdana dipusatkan di Dusun Dampit, Desa Sumberjo, Kecamatan Lamongan.
Sebanyak 15 ribu liter air bersih disalurkan dan dibagi ke tiga titik untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.
Penyaluran Berlangsung hingga November
Afif menyebut program dropping air bersih tersebut berlangsung mulai 3 Oktober hingga 9 November 2026.
Setelah tahap pertama selesai, BAZNAS Jatim akan melakukan evaluasi untuk melihat perkembangan kebutuhan air bersih masyarakat di masing-masing daerah.
“Jika memang warga masih membutuhkan akibat dampak El Nino ini, tentu kami siap turun kembali memberikan bantuan tahap berikutnya,” tuturnya.
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk penanganan darurat. BAZNAS Jatim bersama BAZNAS kabupaten/kota juga menyiapkan sejumlah langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan.
Beberapa di antaranya berupa pembangunan sumur bor serta penyediaan tandon air di wilayah yang mengalami kesulitan air secara berkelanjutan.
Lamongan Siapkan Solusi Jangka Panjang
Ketua BAZNAS Kabupaten Lamongan, Bambang Eko, mengatakan pihaknya telah berkolaborasi dengan BPBD Lamongan selama empat tahun terakhir untuk memetakan sekaligus menangani wilayah yang terdampak kekeringan.
Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya melalui distribusi air bersih saat musim kemarau. Dibutuhkan solusi jangka panjang bagi wilayah yang mengalami kesulitan air secara terus-menerus.
“Untuk solusi jangka panjang, kami BAZNAS Kabupaten Lamongan berencana membangun sumur bor di Desa Meragel dan Desa Banggle, Kecamatan Sukorame, yang selama ini mengalami kesulitan air sepanjang tahun. Kami berharap upaya ini bisa menjadi solusi permanen bagi kebutuhan air bersih masyarakat,” katanya.(rm)



